Adhiti diam saja saat lingkaran lembut tangan Albian berada di pinggangnya. Apalagi hembusan napas Albian menyapu lehernya, gadis itu kehilangan fokusnya beberapa detik. "Aku merindukanmu Adhiti,"ucap Albian lagi kali kini lebih lembut. Pria itu bersyukur belum ada pelanggan yang datang ke kafe. Mereka juga duduk di kursi bagian pojok yang ditutupi oleh beberapa tanaman hias. Albian merasa mereka seperti sepasang kekasih ABG yang sedang dimabuk asmara dan sedang berbuat m***m di tempat umum. Lalu terdengar suara ribut dari belakang mereka yang cukup membuat Albian dan Adhiti menguping dan ingin tahu. "Kenapa kau hobi sekali memaksaku Bara!"seru seorang gadis berbicara kepada pria yang datang bersamanya. "Kalau kau ingin sarapan, makan saja sendiri! Aku tidak ingin makan bersamamu apa

