Api sudah dihidupkan, Shania dan Adhiti sudah berada di halaman belakang rumah Adhiti. "Semua foto kalian berdua cukup banyak. Lu yakin kan?" Tanya Shania lagi. Adhiti mengangguk mantap. Tidak ada keraguan sama sekali di dalam hatinya. Dia sudah memikirkan sejak pulang dari rumah sakit. Lukisan Albian lah yang pertama kali dibakar oleh Shania. Lalu, boneka, topi dan kaos yang Albian belikan untuk Adhiti. "Jaket levis ini Albian juga yang membelikannya? Kenapa tidak seperti jaket wanita?" Tanya Shania penasaran. "Tidak! Itu miliknya. Sayangnya, gua juga tidak akan bisa mengembalikan kepada Bian. Dia tidak ingin melihat gua lagi," jelas Adhiti. "Kenapa bisa miliknya ada di tangan lu?" Adhiti nampak berpikir." Kalau tidak salah itu waktu dia mengantarkan gua pulang. Malam kami baru jad

