"Jehan," panggil Albian mengetuk pintu kamar adiknya. Karena ketukan mulai tidak sabaran. Jehan membuka pintu dan memberi celah kepada kakanya untuk bisa masuk ke dalam kamarnya. "Ada apa bang?" Tanya Jehan sambil menyisir rambut. Dia menatap Albian dari pantulan cermin. Albian memilih duduk di tepian tempat tidur Jehan. Dia memandangi Jehan dengan sedikit bingung. "Jehan ini tidak benar! Kamu baru bertemu dengan Adhiti. Kenapa kamu bisa penuh semangat sekarang?" Tanya Albian bingung dengan perubahan Jehan. "Apanya yang tidak benar, bang? Bukankah kak Adhiti itu pacarnya abang," "Tidak Jehan, kami tidak menjalin hubungan apapun. Dia hanya sebatas teman." Jehan tidak tampak terkejut. Dia tetap fokus dengan rambut dan make upnya. "Teman tapi mesra," tuduh Jehan tersenyum menggoda.

