bc

JODOH Dari Orang Tuaku

book_age16+
41
FOLLOW
1K
READ
sweet
like
intro-logo
Blurb

Tak ada yang pernah tau dengan siapa kita akan berjodoh, seperti halnya Tiara dan juga Ryan yang tiba tiba saja mereka di jodohkan dan langsung menikah dalam waktu beberapa hari setelah perkenalan, mereka baru saja lulus SMA dan masih punya banyak mimpi layaknya anak anak yang lain yang masih ingin bersenang senang, tapi ternyata kenyaataan mengatakan bahwa mereka harus menikah secepat itu dan sama sekali tidak bisa menolak, dengan sangat terpaksa mereka harus menyembunyikan pernikahannya di usia yang terbilang masih sangat muda, agar mereka bisa hidup normal seperti anak muda yang lain dan meneruskan kuliah menjadi mahasiswa muda seperti pemuda pemuda lainya yang masih ingin menikmati masa mudanya...

yuk baca kelanjutan kisah mereka, langsung aja cuzzz .....

chap-preview
Free preview
Pindah ke luar kota
Di sebuah tempat yang sangat indah, Tiara berdiri tepat di atas tebing, dia melemparkan sebuah benda keras dengan sangat jauh sebagai bentuk kekecewaanya " Aarghhhh... " teriak Tiara Setelah hati dirasa lega dia pulang ke rumah dan mengemasi semua barangnya. Hari ini dia akan pindah ke Surabaya, ibu dan bapaknya akan mengantarnya kesana. Tiara sedih karena harus berpisah dengan sahabatnya, dia sudah nyaman tinggal di sini dan punya banyak teman tapi tiba tiba bapaknya menyuruhnya pindah ke luar kota dan Tiara tidak bisa menentang keputusan itu. "Pak.... Tiara nggak mau pindah ke Surabaya, Tiara nggak kenal siapapun disana." Ujar Tiara berharap bapaknya mau merubah keputusanya "Nak, keputusan bapak adalah yang terbaik untukmu. Kemasi barangmu besok siang bapa dan ibu akan mengantarmu." "Mmmm.... iya udah Tiara ijin keluar dulu" ujar Tiara dengan wajah tertunduk "Mau kemana Tiara ? Ini sudah malam" tanya Hendra dengan suara tinggi yang tidak lain adalah bapaknya Tiara "Sudah pak, mungkin Tiara mau bertemu sahabatnya untuk berpamitan , jangan terlalu keras padanya" ujar Retno istri Hendra Hendra menghela nafas kasar kemudian mengambil barang barang untuk dikemasi. Beberapa pakaian untuk beberapa hari disana kemudian menyuruh Retno untuk membereskanya. Kemudian Hendra mengemasi barang barang yang lain yang akan di bawa rencananya. Mereka tidak memberitahukan Tiara kenapa dia harus pindah kesana. Hendra mempunyai teman lama seorang pengusaha di Surabaya, dulu mereka pernah berujar ingin menjodohkan anak anak mereka ketika anak anak sudah menginjak umur 18 tahun. Dan saat ini anak anak mereka sudah berumur 18 tahun dan mereka akan melaksanakan perjodohan tersebut. Hendra merasa senang karena nanti saat anak anak telah sah menikah, Tiara akan tinggal bersama keluarga barunya yang pasti akan menjaganya. Sekitar pukul 13.00 WIB mereka sudah berada di terminal kemudian menaiki bus jurusan Bandung Surabaya. Ketika melihat keluar jendela dan banyak orang berlalu lalang di terminal, Tiara hanya memasang wajah datar tanpa mengucap satu katapun. Dia merasa sedih karena harus meninggalkan kota Bandung yang sudah memberinya banyak kenangan. Tapi dalam hatinya dia terus meyakinkan dirinya bahwa ini adalah yang terbaik. Sepanjang jalan dia terus memandang keluar jendela sambil terus meyakinkan dirinya hingga perasaanya kini sedikit lebih baik. "Bu.. Tiara mau dibawa kemana ?" Tanyanya "Nanti juga kamu tau sayang. Di sana kamu jangan lupa sholat dan jangan berbuat hal hal yang mengecewakan ibu dan bapak." Ujar Retno menasehati putrinya Tiara mengagguk dan tersenyum manis, dia membayangkan akan berkuliah di tempat yang bagus dan mendapat teman teman yang baik seperti di tempatnya bersekolah dulu. Dia berharap semua sesuai dengan apa yang ada dipikirannya sekarang. Kurang lebih 17 jam mereka menempuh perjalanan hingga akhirnya mereka sampai di kota tujuan. Tetapi Tiara merasa heran kalau hanya sekedar mengantar kenapa orang tuanya begitu banyak membawa barang ? Tadinya dia ingin bertanya tapi kemudian dia memutuskan untuk diam saja. "Ini rumah siapa bu ?" Tanya Tiara Dia memandangi rumah mewah di depanya, kemudian dia berfikir mungkin mereka salah turun atau mungkin salah alamat, Karena tadinya Tiara berfikir dia akan di antar dan tinggal di tempat kost selama disini. "Ini rumah teman bapak, sudah tenang saja " ujar hendra Ketika hendak membunyikan bel, ternyata mereka telah disambut lebih dulu oleh sang tuan rumah dan langsung di persilahkan masuk ke ruang tamu. Tiara mengamati setiap sudut dari ruangan itu. Ada sebuah bingkai foto yang tertempel di dinding, dia mengamati dan memperhatikan foto lelaki yang tertempel di situ, tanpa di sadari senyum di wajahnya tersungging dengan sendirinya. "Ganteng banget, siapa dia ?" Batin Tiara " Hendra gimana kabarmu, lama sekali tak jumpa ?" Tanya lelaki paruh baya memecahkan lamunan Tiara Kemudian keluar seorang wanita yang Tiara yakini adalah istri dari teman bapaknya. Wanita itu sangatlah cantik dan anggun untuk seusianya, kemudian dia mendekat dan memeluk ibunya. "Ini Tiara ? Cantik sekali ... " puji wanita itu "Terimakasih," jawab Tiara "Sebentar tante akan kenalkan kamu sama anak tante" kemudian wanita itu beranjak pergi memanggil anaknya. "Ryan ... Ryan .... " panggil Lisa istri teman bapaknya Tidak ada jawaban, tanpa menunggu waktu lama Lisa memutuskan untuk langsung membuka pintu kamar anaknya dan mendapati Ryan masih tertidur di ranjangnya. Lisa menggelengkan kepala kemudian dia membuka jendela kamar Ryan agar sinar matahari masuk. Dan benar saja Ryan langsung terbangun. "Mama... ini kan hari libur, kenapa pagi sekali membangunkanku , aku masih ngantuk ma..." "Bangunlah, mama mau kenalin kamu sama seseorang," "Ryan nggak mau" ucapnya memandang sang ibu dengan mata yang masih sangat mengantuk. "Bangun, atau kamu mau mama bilang ke papamu untuk mengambil semua fasilitas yang udah kami kasih untukmu?" Ancam lisa "Mama selalu seperti itu main ancam saja, ya udah Ryan siap siap dulu " kemudian dia berjalan menuju kamar mandi. Gubrakkkk .... Ryan terpeleset jatuh saat menginjak kulit pisang sisa dia makan semalam, karena udah saking ngantuknya dia lempar saja kulitnya tanpa melihat kemana arah tempat sampahnya. Dan akhirnya terinjak dia sendiri. Ryan berdiri mengucek matanya yang masih mengantuk dan berjalan dengan sempoyongan menuju kamar mandi sambil mengelus elus bokongnya yang sakit. Lagi ... Lisa menggeleng gelengkan kepala melihat kelakuan anaknya "Jangan lama lama yaa ... mama tunggu di ruang tamu" ucap Lisa Tiga puluh menit sudah Tiara menunggu namun Ryan belum juga keluar, Tiara mulai merasa bosan . Kemudian Lisa berinisiatif untuk memanggil Ryan kembali d kamarnya. Tapi baru beberapa langkah berjalan dia melihat anak kesayangan sudah berdiri di ruang tengah dan menatap mereka dengan tatapan datar. Tiara terpesona dengan ketampanan Ryan, seperti wanita pada umumnya ketika melihat lelaki tampan mata sulit sekali untuk berkedip rasanya, lebih tepatnya sayang jika tidak memandangnya Ryan merasa sedang di pandang lekat sedemikian rupa oleh seorang gadis, dia berjalan santai dengan satu tanganya ia masukkan ke dalam saku celana mendekati ibunya dan berbisik di telinga Lisa "Mereka siapa ma ?" "Mereka akan jadi keluarga kita sayang ". "Maksudnya?" Ryan mengerutkan kening bingung "Kenalan dulu makanya" Lisa menggandeng tangan Ryan kemudian menyuruhnya untuk bersalaman. Ryan tersenyum canggung ketika bersalaman dengan Hendra dan juga Retno, namun saat pandangannya melihat ke Tiara dia langsung memasang wajah datar kembali. Tiara menaikkan satu sudut alisnya melihat perilaku Ryan dengam heran. "Ryan, itu Tiara anaknya tante Retno " ujar Lisa Ryan menjabat tangannya tanpa mengucap satu katapun. Kemudian dia berucap pada ibunya "Udah tau ma.. " "Kalian udah saling kenal ?, kenal dimana ? "

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
24.4K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
26.8K
bc

Kali kedua

read
223.5K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
197.3K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
238.4K
bc

MENCINTAIMU TANPA SENGAJA

read
1.3K
bc

Langit Tak Selalu Abu-Abu

read
125.8K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook