Bab 23

1659 Words

Mentari tersenyum samar, kala ia menatap wajah oval dengan kedua mata bulat nan indah di hadapannya. Sungguh kado penyambutan yang luar biasa. Ia bahkan tak menyangka, jika dirinya akan di sambut oleh suara mungil sang anak. "Mommy tak ingin memelukku?" meski sedikit cadel, namun Laxa cukup lantang saat berbicara. Tidak seperti kebanyak anak seusianya. "Kemarilah..." ujar Mentari lirih. Suaranya nyaris berbisik namun masih terdengar jelas oleh sang anak. Drex mengangkat tubuh mungil sang cucu agar tak memimpa tubuh ibunya. "Kau sudah sebesar ini, dan mom baru terbangun..." lirih Mentari sendu. Di kecupnya seluruh area wajah sang anak yang lebih mendominasi wajah Carter nyaris 90 persen. "Aku sengaja tumbuh besar lebih cepat...paman Bernard memberikan aku suntikan setiap bulan agar aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD