Caroline terus menatap sang adik dengan tatapan menelisik. Tentu membuat adiknya sedikit risih. Hubungan keduanya tak bisa di bilang dekat, karena sejak kecil ia dan sang adik telah di perlakukan berbeda oleh sang ibu. Namun begitu Caroline tak pernah membenci adiknya itu. Meski terkadang rasa iri kerap menyelimuti hati. Itu kenapa ia berniat menghancurkan kehidupan Mentari agar mendapatkan empati sang ibu. Sayang, ibunya sama sekali tak pernah menatapnya. Caroline akhirnya sadar dan perlahan meninggalkan semua kebencian di hatinya. "Berhentilah menatapku seperti itu kak," sergah Asuka kesal. Tatapan sang kakak membuatnya salah tingkah tanpa sebab. "Sampai kapan kau akan terus mengusik kehidupan direktur rumah sakit tempat kakak bekerja, Asuka?" pertanyaan sang kakak membuat suara dec

