ONE
Shea.
Dengan pakaian super ketat yang membalut tubuh ramping dan dengan tinggi seratus enam puluh senti yang pas dengan proporsi tubuhnya, melangkah gontai dengan tangan mengepal.
Banyak emosi yang harus Ia luapkan, masalah yang tiada henti menyerangnya, dan bau rokok serta alkohol dimana Ia ingin muntah.
Satu hal baru yang Ia pelajari malam ini, Ia tidak akan datang lagi ditempat yang Ia anggap sangat terkutuk ini. Sumpah serapah malam ini keluar begitu saja, Pakaian Crop top hitam dengan menonjolkan dadanya, serta memperlihatkan perut putihnya membuat siapapun akan terengah.
Jangan lupakan, rok super mini yang membungkus paha mulusnya, bahkan Ia terlihat sangat sempurna untuk ditolak oleh lelaki manapun.
Mungkin dengan melihat ini, Shea yakin mantannya yang berada dihadapannya ini akan menyesal meninggalkannya.
Tapi, melihat bagaimana mantannya dan Pacar barunya yang berpangkat sebagai musuh bebuyutannya sedang berciuman dengan panasnya, bahkan Shea bisa melihat Mantannya sedang meraba-raba tubuh musuh bebuyutannya.
Jujur, Shea bertambah muak. Hanya saja, Musuh bebuyutannya itu suka menantangnya, dan Ia merasa kalah karena Musuhnya berhasil merebut Kekasihnya.
Shea menggebrak meja dengan keras, berhasil membuat Dua orang yang sedang berciuman itu berhenti, tapi tidak aneh jika mereka tidak terkejut.
Mereka berdua tahu, itu Shea.
Shea puas saat Dean memandangnya dengan kaget, Shea yakin Dean bernafsu padanya. Berbeda dengan Rena yang memandangnya sebagai hal yang biasa.
Shea berkeringat, Klub ini terlalu penuh dengan manusia, Ia tidak menyukainya.
"Berani juga, Lo!"
Shea tersenyum miring,"Waktu Lo tiga puluh menit, jangan buang-buang waktu Gue hanya dengan hal gak jelas!"
Shea menatap Dean, tapi Dean tidak berbicara kepadanya sama sekali, mungkin karena dua bulan yang lalu mereka mengakhiri hubungan dengan tidak baik.
Rena sudah memesan meja untuk mereka bertiga, sehingga tanpa diminta sekalipun Shea sudah tahu isyarat mata Rena menginginkan Ia duduk. Shea duduk di sebelah Dean.
Rena itu memang anak dugem, dan pastinya Ia mendapatkan dengan mudah apa yang Ia inginkan, dengan wajah dan tubuh serta ekonomi yang bagus.
Sebenarnya Shea pun begitu, hanya saja Shea adalah kebalikan dari semua sifat Rena.
Tiba-tiba seorang waitress datang, membawakan tiga botol Whiskey, dan perasaan Shea berubah menjadi tidak enak.
Ia tidak pernah menyukai minuman itu! Dan tidak ingin mencobanya!
Namun, gelas kecil sudah berada dihadapannya.
"Dare or Dare!" akhirnya setelah tidak bersuara sekian lama, Dean akhirnya menceletuk hal itu.
Rena menganggukkan kepalanya setuju.
"Gue pergi!"
"Pergi atau tidur sama Gue?"
Shea berbalik lalu mendelik kearah Dean. Shea menatap Dean dengan pandangan 'jaga mulut bajingan Lo,Gila!' dan menatap kearah Rena yang berbalik menatapnya biasa saja.
Shea memutuskan untuk duduk kembali.
"Permainan kita malam ini adalah dare or dare, dan Darenya dimulai dari nama depan kita. Berarti dari Dean, Gue, dan terakhir Lo! Shea."
Shea tahu, Rena tidak akan tinggal diam saja kepadanya, Rena masih dendam kepadanya karena dulu Dean lebih memilihnya, tapi, seharusnya Rena harus bisa melupakannya, toh Dean sudah menjadi miliknya.
"Challenge accepted!"ucap Shea ragu, tapi Ia ingin cepat-cepat pergi dari kehidupan dua orang yang tak pernah berhenti mengganggunya. Dan malam ini adalah malam terakhir mereka untuk bersama.
Rena menggenggam tangan Dean dan menatap Shea dengan tatapan memamerkan sesuatu.
"Setiap orang harus mendapat Dua dare, dan harus memilih salah satu. Jika, Lo gagal Lo harus minum satu botol Whiskey itu sampai habis."
Shea dan Dean hanya mengangguk.
"Dimulai dari Gue. Apa dare-nya?"
Rena menggantungkan tangannya ke leher Dean,"Puasin Gue malam ini!"
"Putusin Rena! dan Gue bakal kasih tahu Lo rahasia Gue yang selama ini Lo ingin tahu setengah mati!"
Dean terkejut dengan perkataan Shea, keduanya memiliki posisi yang sangat menggiurkan, tapi Dean tidak ingin melepaskan Rena saat ini. Karena apa yang tidak Ia dapat dari Shea, bisa Ia dapatkan di Rena.
Dean mengangkat Rena di pangkuannya dan mencium leher Rena sampai turun ke belahan dada Rena yang terbuka.
"Tunggu sepuluh menit lagi, dan Lo bakal ngerasain kepuasan dari Gue."
Shea tersenyum kecut, Ia tahu yang jika Ia akan ditolak, tapi penyesalan itu tidak ada, karena Ia bersyukur berpisah dengan bajingan seperti Dean.
"Sekarang giliran Gue. Apa dare-nya?"ucap Rena sambil mengangkat kepalanya, menunjukkan keberaniannya.
"Dare dari Gue adalah dare dari Shea!"ujar Dean yang membuat Shea menatapnya dengan sorot tidak suka, begitupun dengan Rena yang sedikit kecewa.
Shea berdeham, Ia tahu Ia tidak waras dan pastinya ini dare yang akan membuat Rena begitu membencinya.
"Dare ini akan membantu Lo Rena. Bahkan, Dean bakal suka."
"Apa?"
"Buka apapun atasan Lo sekarang, dan sisain hot pants Lo aja! Bisa dibilang Gue nyuruh Lo setengah naked."
Rena mendelik,"B*tch, Lo gila! Disini ramai bangsat!"
Shea tersenyum,"Disini remang-remang, orang gak bakal terlalu melihat, toh sepuluh menit lagi kalian bakalan main kan? Atau, minum sebotol penuh Whiskey itu dan Lo kalah!"
Rena tidak ingin kalah dari Shea, maka terpaksa Ia membuka kancing crop top tanpa talinya itu satu persatu, hanya tersisa bra-nya.
"Sialan, Lo Shea! Tunggu aja pembalasan dari Gue!"
Akhirnya Rena memilih duduk dipangkuan Dean,"Tutupin tubuh depan Gue, Please!"
Dean menatap Shea dengan pandangan yang sulit diartikan. Tapi, Ia mau tidak mau harus merengkuh tubuh kekasihnya yang sudah naked bagian atas.
Dean tidak berbohong, Rena memiliki tubuh yang sexy, tidak bisa membuat Dean menolaknya.
Bahkan Shea melihat, Dean mengecup dada telanjang milik Rena.
Rena melihat kearah Shea, menunjukkan jari tengahnya.
"Gue terima tantangan dari kalian berdua!"ucap Shea menantang.
Dean memberhentikan permainan tangannya pada dada Rena dan menoleh dengan senyum nakal pada Shea.
"Threesome sama Gue dan Rena!"
What?! Shea ingin meludahi wajah Sean sekarang.
"Belum cukup puas Lo punya Gue ya, Dean?"
Dean menggeleng melihat Rena,"Babe, it's just a game."
Rena sudah tidak terlalu malu, jadi Ia menghilangkan tangan untuk menutupi dadanya, Mungkin Shea sedikit benar, suasana remang-remang membantunya.
"Threesome, atau Lo kissing cowok yang berdiri disamping pintu itu!"
Shea melihat Rena menunjukkan jarinya kepada Lelaki yang tidak terlalu jelas wajahnya, tapi Shea bisa melihat Lelaki itu memiliki tubuh yang bagus dan tinggi.
"Karena Lo cukup membuat Gue malu, kalau Lo gagal, bukan hanya Whiskey yang Lo minum. Tapi, lumurin tubuh Lo dengan Whiskey dan Lo harus dapetin satu orang yang akan bantu bersihin tubuh Lo dengan lidahnya!"
Shea mendelik,"Lo curang!"
Sedikit tidak rela, namun Rena menaikkan dagunya,"Threesome atau Kissing?"
Shea berdiri!
"I got that s**t!"
"Dare or Dare?"
"Do I have a choice?"ucap Shea memicing
"Kiss that Perfect Stranger if You dare!"ucap Rena lalu kembali ke pangkuan Dean sambil mengisyaratkan Shea untuk pergi.
"Mata Gue bagus Shea. Walaupun dari jarak jauh, Gue tahu Dia bukan Cowok biasa!"
Shea tidak ingin threesome, atau Ia tidak ingin Pria hidung belang merasakan tubuhnya.
"b***h, I'll kiss that Stranger!"
Hi, I'm Zealousy.
I hope you will continue to follow this story❤️