Matahari telah menampakkan sayup-sayup sinarnya menerangi bumi. Pagi ini ayunda sangat bersemangat untuk kesekolah. Hatinya begitu senang karena sekarang statusnya menjadi pacar Agra.
Ingatannya mengingat kembali kemarin malam saat ia berbalas pesan dengan sang pujaan hati.
agra message ...
"malam?"
"udah tidur?"
"padahal aku mau ngomong sesuatu"
tangannya bergerak mengambil benda pipih dari atas nakas karena suaranya yang memekakan telinga ayunda
"malam gra, belom nih masih rebahan aja, mau ngomong apa gra?" balasku
"kamu mau nggak jadi pacar aku?"
oomoo .... (kaget dong ceritanya)
"hah kamu serius gra?"
"serius lah, mau nggak?"
"eemmm gimana ya,, boleh deh"
"berarti kita resmi jadian ya sekarang"
"hmmm iya"
"yaudah kamu tidur sekarang ya, biar besok semangat ketemu akunya"
"hahaha semangat sekolah dong, masak iya semangat ketemu kamu"
"ya dua duanya boleh deh"
"oke aku tidur sekarang ya, udah ngantuk banget"
"oke"
singkat banget..batinku
Begitulah kiranya isi pesan dua insan muda. Tanpa ayunda sadari bahwa sedari tadi sudah di perhatikan oleh bundanya.
"seneng banget kayaknya"
huuuuft... helaan nafas panjangku untuk menutupi kegerogian "ya seneng lah mau dapat laptop baru" kataku beralasan.
"itu lagi yang di bahas" kata ayahnya gerah
"ah sudah lah ,, aku berangkat dulu"
....
Ayunda berjalan masuk ke area sekolah bersama Ziza yang kebetulan di temuinya di depan gerbang tadi. Tentu saja dengan hati yang berdebar tudak sabar ingin bertemu sang pujaan hati. (cie elah anak ABG)
"beb aku mau ngomong sesuatu sama kamu" kata Ziza memulai obrolan
"ngomong apa beb?" tanyaku sambil menolehkan kepala sedikit ke arah Ziza
"nanti aja deh istirahat jam kedua ya"
"oke"
Ternyata didepan kelas sudah ada laki-laki gagah yang kini sedang mendiami sudut hatinya.
Agra tersenyum penuh pesona melihat ayunda dari kejauhan. Senyum yang memiliki banyak arti bagi agra dan satu arti bagi ayunda.
"selamat pagi ayunda" sapaku
"pagi gra" sahutnya dengan tersenyum
"bisa ikut aku sebentar?"
"Zi sebentar ya" katanya menoleh pada sahabatnya itu
"oke, kalau gitu aku duluan ya, aku tunggu di kelas aja"
"oke Zi"
Ayunda mengikuti agra masuk ke dalam kelasnya yang masih terlihat sepi, bahkan hanya ada agra disini.
"duduk yunda" ajaknya
"iya gra ada apa?" tanyaku sambil melihat ke arah lain karena tidak berani menatap mata penuh daya pikat itu
"kangen aja" katanya yang sudah duduk di sebelahku
Dia semakin merapatkan tubuhnya dengan tubuhku. oh tuhaan jantungku ini kenapa gumamku dalam hati. saat sedang bermonolog dengan hatiku tiba-tiba
CUP bibir agra mengecup sekilas bibirku yang membuatku mengerjapkan mata indah milikku.
Kali ini agra mencondongkan wajah tampannya untuk lebih dekat dengan wajahku. perlahan semakin mendekat hingga bibir kami saling bertemu.
Agra mulai mel*mat lembut bibir merah muda milik ayunda. Dengan sangat lembut dan perlahan ia sedikit menggigit bibir ayunda agar terbuka. Ayundapun membuka bibirnya terjadilah saling melumat, menyecap, menghisap dan membelit lidah satu sama lain.
Ciuman bibir yang awalnya lembut mulai berubah menjadi sedikit menuntut. Agra yang sudah dilanda kabut gairah mulai memperdalam tautan bibir mereka dengan tangannya menekan tengkuk leher ayunda. Tangan yang satu lagi mulai meraba-raba d*d* padat dan kenyal milik Ayunda. Ukurannya memang besar tidak sesuai dengan usia ayunda saat ini, tapi itu sangat memuaskan bagi agra.
"aakhh" desah ayunda tertahan saat agra mulai meremas p*y*d*r*nya
"akhh hmm, pe-pelan gra" rengeknya saat agra meremasnya sedikit kuat
"oh shiit ini manis sekali" gumam agra yang terus menjelajahi bibir seksi milik ayunda
"emmmh gra, stop" setelah panggutan bibir mereka terlepas tapi tangan agra yang satunya belum berhenti meremas d*d* ayunda
"hmm kenapa?" tanya agra yang saat ini di selimuti gairah
"lihatlah gra, sekolah sudah mulai ramai, aku jarus keluar sekarang" kata ayunda dengan pipi semerah tomat
"tapi aku masih ingin" katanya dengan wajah memelas
"iya tapi mereka sudah banyak yang mau masuk kelasmu, sudah ya"
"hmmm baiklah, terimakasih sarapan paginya sayang" jawabnya dengan mendaratkan satu kecupan manis di bibirki.
Aku melangkahkan kakiku keluar dari kelas agra. Banyak mata memandangku dengan tatapan penuh tanya. Termasuk satu orang siswi yang terlihat menatapku sinis. Aku tidak memperdulikan tatapan itu dan berjalan anggun ke arah kelasku.
____ ___ ____
jangan lupa tekan love reader'sku yang baik hati ?