salah satunya

694 Words
selamat membaca ? __ __ __ __ apakah ini yang dinamakan cinta, tak berwujud namun mampu membuat hati berdebar. __ __ __ __ "siapa tadi gra?" tanya ratih padaku "temen gue" jawabku tanpa menoleh ke arahnya "temen tapi kok kelihatannya deket banget sih" kesalnya yang sudah bisa kutebak bahw dia cemburu "terserah gue, mana tugas gue yang kemarin?" "ini gra" sambil mengulurkan tangannya memberikan tugasku yang telah ia kerjakan "oke" sahutku cuek Aku berlalu pergi begitu saja dari hadapannya tanpa memperdulikan tatapan penuh tanya yang ku tangkap dari binar matanya. Bagiku itu sudah biasa. toh mereka sendiri yang ingin dekat dan menjadi pacarku, tanpa perlu aku memalsa atau pun menggoda. Aku duduk di bangku yang biasa aku tempati. Disini sudah ada ke empat sahabatku. Mereka tertawa lepas begitu melihatku mengerlingkan mata ke arah mereka. Ya mereka pasti sudah tau apa yang baru saja aku lakukan. "hai bro, asik banget yang dapet sarapan pagi" ucap andre memulai obrolan "hahaha jelas dong" jawabku sambil tertawa "gimana rasanya, gue nyobain boleh" kata Dika sambil tersenyum menggodaku "enak aja, cari sendiri sana, dia itu milik gue" kataku mendelik gerah Entah kenapa aku bisa mengatakan hal konyol seperti itu kepada mereka. Akupun merasa aneg dengan kata-kataku sendiri. "kalau rima atau ratih gimana?" sahut Dika kemudian "ambil aja, kalau mereka terserah loe, tapi yang satu ini jangan" kataku penuh penekanan di kalimat terakhir "gue sumpahin loe naksir ampe bucin ke Ayunda" sahut Ben "hahahah terserah loe" jawabku santai. ..... ting tong .. ting tong .. Jam istirahat kedua telah tiba. Saatnya para siswa siswi menjalankan ibadah sholat dhuhur. Ayunda dan Ziza yang kebetulan sedang berhalangan memilih pergi ke kantin. Mereka membeli beberapa jajanan untuk menemani waktu istirahat kedua yang cukup lama. Setelah membayar jajanan mereka melangkahkan kaki meninggalkan kantin. Saat sudah menjauh dari kantin Ayunda teringat pada perkataan Ziza tadi pagi. "kamu tadi pagi mau ngomong apa beb?" tanyaku penasaran "Aku gak yakin sih kamu bakalan sedih atau enggak" "apasih bikin penasaran aja deh" "kamu taukan Ratih siswi yang satu kelas sama pacar kamu?" tanya ziza Aku memang sudah menceritakan pada Ziza bahwa aku baru saja jadian dengan Agra, tadi pagi waktu kami memasuki area gedung sekolah. Saat Ziza bertanya hal itu aku jadi mengingat satu siswi yang memandangku dengan tatapan sinis saat aku kwluar daribkelas Agra, dan kulihat tanda pengenal siswa yang bertuliskan nama Ratih. tidak salah lagi pasti siswi itu yang dimaksud Ziza. "iya tadi aku sempet papasan sama dia" jawabku "kemarin waktu kita jalan bareng yang lain ratih ngechat gue katanya nanyain kamu ada hubungan apa sama agra, aku kenal Ratih pas masa ospek kemarin" Ziza memulai ceritanya "terus aku jawab aja ngak ada hubungan apa-apa, kan emang kemarin belum ada hubungan apa-apa. dia cerita kalau cemburu sama kamu beb, ya aku tanyain kenapa cemburu, katanya karna kamu deket sama pacarnya dia" imbuh Ziza "berarti Ratih itu pacarnya Agra" kataku sedikit kecewa "iya deh kayaknya, tapi mending kita tanya langsung aja ke Ratih gimana?" "ya itu lebih baik biar jelas semua, yuk samperin dia" ajakku yang diangguki oleh Ziza Dari kejauhan terlihat jelas siswi yang bernama ratih sedang asik berbincang dengan teman-temannya "loe yang namanya ratih, bisa ikut gue bentar?" tanyaku tanpa basa basi "oh oke, bentar ya dis" katanya berbicara dua arah, padaku dan pada teman disampingnya "kenapa?" imbuhnya saat sudah menjaub dari temannya. "loe pacaran sama agra?" tanyaku "iya, loe juga?" "hmm" jawabku singkat "gue denger masih ada yang lain di sekolah ini. Dia anak IPS 1 sama satu lagi IPS 3" jelasnya "banyak juga ya" kata Ziza ternyata aku salah satunya bukan satu-satunya gumamku dalam hati. Setelah mendapatkan informasi yang cukup mengejutkan aku kembali ke ruang kelas, karena memang belajar mengajar akan kembali dilanjutkan. tuhan kenapa? , saat aku sudah belajar menaruh hati pada suatu hubungan yang dulu hanya aku anggap cinta monyet tapi kenapa sekarang malah aku patah hati begini. baru pertama merasakan cinta, namun malah merasakan sakitnya juga lirih batinku ...... "kemana ayunda? kenapa telfon dan chatku tidak dibalas" resahku karena sejak pulang sekolah hingga menjelang malam ayunda tak kunjung memberikan kabar. Entah kenapa ada sedikit rasa yang membuatku tidak terima ketika diabaikan. Tidak seperti biasanya aku akan masa bodoh dengan wanita.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD