Aku terus memandangi ponselku yang tak kunjung berdering atau hanya memunculkan notif pesan dari orang yang ku tunggu. Saat ini aku tengah berbaring di atas tempat tidur sederhanaku dengan membayangkan kejadian tadi siang.
Aku tidak memikirkan kekecewaan mereka. Hanya satu wajah yang ku ingat, dia begiti kecewa melihatku. Dari tatapannya aku tau dia sangat kecewa. Diamnya pun menandakan hal itu.
Cemas, dan tidak bisa berhenti memikirkannya. Hatiku rasanya sedikit tercubit, entah perasaan apa yang tengah ku rasakan. Aku tidak pernah ingin bermain dengan yang namanya cinta. masa bodoh dengan cinta aku hanya terobsesi padanya gumamku pelan namun akupun tak yakin akan hal itu ,, aahhh entahlah .
.....
tok ... tok ... tok ... suara pintu kamar yang di ketuk.
"masuk tidak di kuncu" kataku sambil tidur terlentang.
"ini laptop baru kamu" kata bunda ayunda yang baru saja masuk kedalam kamarnya.
"ya bunda, thank you" sahutku malas
"sama sama sayang, bunda keluar dulu oke."
"hmmmm".
Sepeninggalan bunda dari kamarku aku tetap pada posisiku, rasanya saat ini aku ingin menangis tapi untuk apa? dan kenapa? ohh tuhan aku bingung sendiri dengan diriku
Aku mengingat mata itu, mata elang yang menatapku tadi siang. Aku rasa dia tidak kecewa tapi bolehkah aku berharap bahwa matanya memancarkan sedikit cinta untukku, ya walaupun hanya sedikit.
menggeser mode pesawat dari pinselku, dan betapa terkejutnya aku melihat puluhan pesan dan panggilan dari Agra. dari sekian banyak pesan yang aku baca semuanya tampak tidak menunjukkan bahwa dia kecewa padaku. Padahal aku telah membongkar perselingkuhannya. padahal diriku korbannya hatiku menjerit.
tuhan kenapa kau tambatkan hatiku pada laki-laki itu, bahkan baru beberapa hari aku mengenalnya, dan aku sudsh jatuh sedalam ini, kuatkah aku bertahan dengannya sang cassanova. rasanya hatiku belum siap terluka lebih jauh. tapi aku juga belum siap menjauh.
lagi dan lagi ponselnya berdering
[kamu marah sama aku?] agra
[ayunda bales dong kita harus ngobrolin ini semua] agra
[sayang :*] agra
[apasih gra berisik tau nggak] ayunda
[akhirnya di bales juga, ketemu yuk, aku jemput sekarang] agra
[terserah] ayunda
Tanpa menunggu lama agra langsung ke rumah ayunda. menggunakan kecepatan maksimal dari motornya. bukan motor mahal seperti milik anak-anak sultan , hanya motor biasa yang juga tidak terlalu murah.
ting tong ... ting tong ...
Ayunda yang yakin itu agra langsung berpamitan pada kedua orangtuanya untuk pergi.
"ayah bunda temen ayunda udah jemput, ayunda jalan dulu" pamitnya
"ya sayang hati-hati" sahut bunda
"oke" balas ayunda dan langsung membuka pintu dan keluar
ceklek ..
"mau kemana?" tanyaku
"udah yuk naik, kita ke cafe aja"
"hmmmm" jawabku singkat sambil naik ke motor agra.
aku sangat menyayangimu gra. sanggupkah aku bertahan. pergi meninggalkan atau memilih bertahan tapi menyakitkan. pesonamu sang cassanova akan selalu membuatku merasa bahwa aku bukanlah satu-satunya.