Mengagumi

2288 Words

"Nyaak lihat nih nyaaaak si abang, nyaaak. Dari pagi molor muluu. Biasanya juga rajin deh jogging. Diajakin Anyel dari pagi kagak mauu!" Suara Anyel melengking kayak toa. Mamamya terkekeh di dapur sana. Ia tak mengomel seperti biasanya karena tahu kalau Andros tampaknya belum sembuh dari patah hati. Kini anak pertamanya itu malah duduk di atas sofa depan televisi sambil memeluk guling. Anyel duduk di atas karpet tepat di depannya. Gadis itu sedang sibuk dengan gambarnya. Biasa lah. Ada tugas di sekolah. "Kalo ada cewek suka tengsin itu kenapa sih?" Ia hanya mengenang kejadian jumat malam itu. Dikala ia menawarkan Khalisa untuk menumpang dengan motornya. Ia kan punya helm lebih. Kebiasaannya sedari dulu. Jadi kalau ada yang butuh boncengan, ia bisa mengantar tanpa hanbatan. Tapi ditolak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD