“Apa? Kenapa kamu bilang tidak kuat, hah?” bentak tuan tanah itu. “Aku mohon Tuan,” pinta Julie sekali lagi. Tuan tanah itu menghampiri Julie, menginjak kakinya yang kecil sebelah dengan penuh amarah. “Ibumu sudah kubayar untuk membelimu! Jangan pernah kamu menolakku!” Tangan Tuan tanah itu begitu ringannya melayang ke pipi Julie. Gadis muda itu mengerang kesakitan. Dia berusaha bertahan, tetapi rasa sakit yang membelenggunya membuat Julie hilang kesabaran. “Tuan kenapa Anda terus saja membuatku kesakitan? Aku istrimu, kenapa Anda seperti itu?” tanya Julie dengan gemetar. “Karena aku membenci keluargamu! Keluarga Duncan yang telah merebut wanita yang kucinta. Kakekmu telah menikah dengan wanita yang paling kucintai. Dia membuatnya menderita sampai meregang nyawa setelah satu bulan men

