“Suamiku!” bentak Julie yang tidak terima saat melihat ada seorang wanita yang mendekati suaminya. Perempuan itu seolah hendak menggoda Reynold. “Bella?” Reynold mengangkat kedua alisnya. Jantungnya berdetak sangat kencang. Napasnya mulai memburu saat netranya melihat Bella berpakaian yang terbuka. Dia tidak suka Bella datang tidak memberitahunya terlebih dahulu. “Siapa kamu?” Julie menarik rambut perempuan yang tengah berada di dekat Reynold. “Maaf Bu, saya cuma diminta Pak Reynold mengambilkan pulpennya yang jatuh,” tuturnya dengan sedikit gemetar. “Bohong!” Julie melayangkan tangannya dengan begitu ringan tepat di pipi perempuan itu. “Bella!” pekik Reynold. “Dia memang kusuruh ambil pulpen. Bukan sedang menggodaku!” Julie tidak percaya. Dia genggam pergelangan tangan perempuan it

