•Dongeng Indah•

447 Words

"Semakin salah, semakin tak terkenali lagi. Di saat aku tak mengenalimu lagi, di saat itu pula kamu hadir untuk kukenali." -Akilla Ainina Gardiawan- °°°°°°°°°° "Kamu beneran udah inget aku?" "Inget pas kamu nyium aku, kamu pernah bilang rasa bibirku manis." Killa berucap sambil tersipu malu. Ya, memang hanya sebatas itu yang diingatnya dengan jelas. "Nggak apa. Yang penting sekarang, udah ada perubahan." Barra bisa tidur tenang malam ini. Tak meratapi nasib. Setidaknya, Killa sudah mau bersentuhan fisik dengannya. Killa pun sudah tak memberi batas tidur di ranjang mereka. Tak ada lagi guling sebagai penengahnya. Ketika Barra akan mematikan lampu kamarnya, Killa mengeluh. "Barra, perutku sakit." "Hah?" "Bagian sini," kata Killa menunjuk perutnya yang mulai membesar. "Emang bener, y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD