Part 19

2815 Words
Setelah menghadiri acara sekolahan randy dan ola pulang. Saat memasuki rumah ternyata sudah ramai ada keluarga randy juga sedang duduk diruang tengah. "Assalamualaikum" ucap ola dan randy "Waalaikumsalam" randy dan ola memasuki rumah lalu menyalimi para orangtua lalu duduk di sofa yang kosong. "Selamat ya sayang, kamu berhasil mendapatkan nilai terbaik" ucap papa andhika "Iya pah, ola juga ga nyangka bisa dapet nilai terbaik" "Ya itu karena kamu memang pintar ola" ucap mama rahma "Nilai kamu gimana randy?" Tanya papa andhika "Alhamdulillah bagus juga pak randy mendapat peringkat ketiga kalah dari putri anak ipa 3" "Oh kalau begitu bagus dong selamat juga ya buat kamu rand.. lalu ola bagaimana dengan pilihan kuliah kamu? Kamu mau kuliah dimana sayang?" Ucap papa andhika "Untuk kuliah ola memilih untuk menundanya mah, pah, ola mau focus untuk jadi ibu rumah tangga dulu menjaga dan membesarkan baby boy dulu" "Kamu yakin nak? gak mau kuliah sekarang lalu beasiswa kamu?" Tanya mama gita "Iya mah ola sudah pikirin kok.. Oh ya untuk beasiswa ola ingin.." ola memandang ke arah papa mertuanya "Pah ola ingin beasiswa ola untuk putri saja, ola tahu selama ini putri berniat untuk mendapatkan beasiswa untuk bisa kuliah, dia anak yang pintar dan baik kok pah.. dari pada sayang beasiswa ola tidak terpakai mending untuk putri yang membutuhkannya bisa kan pah?" Ola memohon kepada papa mertuanya agar bisa dikabulkan permintaannya. "Baik ola, jika itu mau kamu nanti papa bicarakan dengan sekolah ya.. tapi papa harap setelah bayi kamu sudah cukup untuk ditinggal kamu kuliah ya nak" ucap papa andhika "Yeay makasih yaa papa mertua" ucap ola senang. Yang lainnya hanya ikut senang dengan keputusan ola. ... Kehamilan ola sudah berjalan 6 bulan, ola senang dengan keadaanya yang begitu sehat. Tinggal 3 bulan lagi ia akan menjadi ibu di usianya yang sebentar lagi menginjak 18 tahun. Ola semakin menjaga diri untuk kehamilannya. Randy sudah mulai masuk kantor lagi sambil menunggu kuliah. Hari ini randy sedang bersiap untuk kekantor ia menggunakan kemeja berwarna putih dan celana hitam ia bekerja di bagian karyawan biasa terlebih dahulu sedangkan ola membantu suaminya memakai dasi, ola tidak diperbolehkan bekerja semenjak hamil jadi ia akan digantikan oleh tiara, sekarang tiara lah yang belajar dikantor dan menjadi sekreraris papanya untuk sementara karena sekretaris papa sedang cuti hamil. Bosnya adalah papa rahman mertuanya sendiri. Setelah berpakaian ola dan randy keluar kamar untuk sarapan "Pagi semua" ucap ola dan randy "Pagi, wihh kakak ipar udah siap ke kantor nih.." ucap tiara memandang kakak iparnya "Iya dong, hari pertama kerja, kamu juga kan ra?" Tanya randy "Iya kakak ipar hari ini aku gantiin sekretaris papa sementara waktu, iya kan pah" papa rahman mengangguk "Terus sekolah kamu gimana ra?" "Gampang kok kak itu bisa diatur tenang aja"ucap tiara sambil meminum susunya ola mengangguk dan tidak bertanya lagi "Rand kamu bareng papa dan tiara aja ke kantornya?" Ajak papa rahman pada menantunya "Gak usah pah randy naik motor saja ya pah, gak enak masa karyawan semobil sama bosnya hehe" jawab randy sambil tertawa kecil "Kamu nih bisa aja... emang kalo bos sama karyawan semobil kenapa ada yang melarang?"tanya papa rahman lagi "Siap, tidak juga pak, tapi saya tidak enak dengan karyawan lain pak"ucap randy berusaha formal "Hahaha kamu ini rand sama papa aja begitu ini masih dirumah bukan dikantor gak usah formal begitu.. di kantor juga gak usah terlalu formal kalau bertemu papa" ujar papa rahman "Siap, iya pah" yang lainnya hanya menggelengkan kepala melihat mertua dan menantu berdebat . Setelah sarapan randy pamit berangkat ke kantor dengan ibu mertua dan istrinya. "Mah, ola, randy berangkat dulu ya" ucap randy sambil mencium tangan mamahnya lalu berganti ola mencium tangan suaminya. Randy mengecup kening ola tanpa malu didepan mertua dan adik iparnya. "Hati hati ya mas" "Iya bund, aku berangkat dulu ya" Papa Rahman juga pamit pada istri dan anaknya begitu juga dengan tiara. Setelah pamit mereka bertiga keluar ruangan sambil mengucapkan salam dan dijawab oleh ola dan mama gita. .... Randy terlebih dahulu sampai di kantor karena ia memakai motor yang lebih cepat sampai dibanding mobil. Randy memasuki kantor dan segera bertanya pada receptionist bagian staff kepegawaian berada dilantai berapa. Setelah bertanya randy menaiki lift menuju lantai 3. Walau sebagian sudah mengetahui siapa randy, tetapi randy tidak pernah sombong atau bersifat dingin lagi karena ia tak mau diistimewakan orang, randy bersikap untuk menjadi karyawan biasa saja agar tidak semua tahu bahwa randy akan meneruskan perusahaan papa ola. Setelah memasuki ruangannya randy menaruh tasnya lalu menyambut dan berkenalan dengan karyawan lain. Setelah berkenalan randy menghadap atasan yang akan memberi tugas. Ia memasuki ruangan kepala atasan kepegawaian. Setelah bertanya dan diberi tugas randy kembali keruangan tempatnya bekerja. Disana para pegawai lainnya sudah siap berdiri berderet  didepan ruangan. "Pak kok ini pada berdiri disini ada apa ya pak?" Tanya randy sopan pada bapak yang usianya ditafsirkan kurang lebih 26 tahunan bername tag andri himawan "Sebentar lagi ada bos besar lewat, ia akan berkeliling ke setiap ruangan untuk melihat langsung kerapihan para pekerjanya, karena pak rahman menyukai kerapihan, setiap hari senin ia akan berkeliling, sudah cepat kamu berdiri lalu rapikan baju kamu" ucap bapak andri "Baik pak" randy sedikit gugup karena bos besar yang tidak lain adalah mertuanya akan lewat. "Selamat pagi" ucap pak rahman tegas "Pagi"jawab para karyawan yang kurang lebih ada 8 orang Pak Rahman memperhatikan satu persatu tampilan pegawainya dari atas kebawah ia tersenyum karena hampir semuanya rapi. Tiara yang berdiri di samping pak rahman melirik randy kakak iparnya "Kak" Randy hanya diam saja tidak menjawab panggilan tiara. Tiara mengerti dan hanya tersenyum. Kini giliran randy yang dilihat oleh pak rahman ia cukup gugup juga karena tidak pernah diperhatikan sedetail ini oleh mertuanya "Kamu anak muda, potong rambut yang sudah terlihat panjang" ucap pak rahman tegas. Randy menatap mertuanya dia merasa heran kenapa disuruh potong rambut bagi randy rambut segini adalah tampilan yang pas untuknya, tapi ia tak membantah. "Siap pak" ucap randy tegas "Saya mau lihat rambut kamu rapi besok" ucap pak rahman lalu berjalan meninggalkan ruangan. Tiara yang dibelakang papanya tertawa sambil melirik kakak iparnya. "Wah elo rand, baru pertama kerja udah dapet teguran botakin tuh kepala hahaha" ucap alex teman satu ruangannya 4 tahun lebih tua diatas randy. "Iya nih emang rambut begini gak boleh ya?" Tanya randy karena tidak mengetahui aturan yang berada di kantor "Gak boleh segitu udah panjang bagi pak tua tadi" ujar kevin teman yang lainnya. Randy tidak suka mendengar papa mertuanya di bilang pak tua oleh kevin "Maksudnya apa lo bilang pak rahman pak tua?" Randy tau kalau bahasa bicaranya agak tidak sopan tapi ia tak peduli "Biasa aja dong rand, orang sini mah udah biasa bilang pak rahman pak tua selain tua dia nyebelin banget dengan aturan yang dia buat bentar lagi juga mati masih aja nyebelin kaya gitu" ujar kevin dengan nada sedikit mengejek, randy sangat kesal mendengar ucapan kevin ia ingin marah tapi tidak bisa ia harus menahannya jangan sampai semua tahu bahwa ia adalah menantu pak rahman "Gak usah mengejek gitu kali, bagaimana juga beliau bos kita, kalau beliau sampai tahu bagaimana?" Ucap randy "Udah deh anak baru gak usah sok sok an belain tuh pak tua, lo diem aja anak bocah" ucap alex Randy menahan amarahnya, ia gak suka mertuanya diejek seperti itu apalagi disumpahin mati seperti itu. Ia berjanji jika sudah menjadi penerus kantor ini ia akan mengeluarkan orang orang yang tak bisa bertanggung jawab yang hanya bisa mengejek dan menjelek-jelekan bosnya. ... Randy sudah kembali pulang dari kantornya. Hari pertama kerja ia sudah mendapatkan hal yang tidak menyenangkan bukan karena disuruh potong rambut tetapi dengan omongan karyawan diruangannya. ia tak menyangka banyak karyawan membicarakan papa mertuanya. Memang randy belum tahu sifat papa mertuanya di kantor tapi randy yakin papa adalah orang yang baik dan bijaksana. "Assalamualikum bunda"ucap randy saat memasuki kamar "Waalaikumsalam eh mas udah pulang" ola menyalim tangan randy lalu membantu membuka dasi suaminya "Iya bund, kamu gpp kan aku tinggal?" Tanya randy "Aku gpp mas aku baik-baik aja mas, gimana hari pertama kamu bekerja?" "Alhamdulillah lancar la" Randy tidak ingin memberitahu masalah dikantor mengenai papanya ia tak mau ola terlalu memikirkannya . "Ya sudah kamu mandi dulu ya mas, kamu bau hehe" ola menutup hidungnya "Iya .. aku gak bau kok bund" randy mencium badannya merasa dirinya tidak bau. Setelah mandi ola dan randy masih berada dikamar sedikit bercerita dan bercanda. Ola terlihat bahagia kalau sedang tertawa lepas seperti ini. Setelah solat magrib ola dan randy keluar kamar untuk makan malam. Disana sudah ada papa mama dan tiara "Malam pah mah ra" sapa randy "Iya malam randy ayo duduk makan" Setelah makan malam selesai randy dan ola hendak pamit ke kamar tapi dicegah tiara "Kak randy"panggil tiara "Iya kenapa ra?" "Gak potong rambut?" "Oiya aku lupa, untung kamu ingetin" "Hahaha nanti diomelin bos besar loh" ucap tiara sambil tertawa papanya yang merasa tersindir hanya tersenyum tipis "Kamu mau potong rambut mas?" "Iya bund, aku lupa suruh dirapihin yang panjangnya sama bos" ucap randy sambil melirik kearah papa "Pahh kenapa suruh mas randy potong rambut sih.. aku maunya mas randy kayak gini aja" ucap ola lalu mendekat pada papanya "Papa gak suka karyawan papa rambutnya panjang dan berantakan kalau dikantor ola, kalau dirumah sih papa fine fine aja" ucap papa santai. Ola mengoyang goyangkan lengan kanan papanya "Pah please.. masa mas randy botak ntar kalau anak aku botak juga gimana?" Rengek ola kembali Tiara dan mamanya hanya menggelengkan kepala melihat ola yang merengek minta sesuatu yang jarang dilakukan ola "Sudahlah pah biarin randy rambutnya begitu cakepan juga begitu daripada botak, kasian ola nanti kalau anaknya botak juga gimana?" Ucap mama gita ikut membujuk papanya "Tapi mah, randy aja gak menolak kalau botak, iya kan rand?" Tanya papa pada randy, randy mengangguk "Ihh.. mas randy kok gitu sih udah aku belain buat gak dibotakin malah setuju kalau dibotakin. Kalau mas randy botak, aku marah sama papa dan mas randy" ucap ola lalu melipat kedua tangannya didada. Sambil cemberut "hayoloh kak ola ngambek" ujar tiara "Yah bund jangan ngambek dong"randy menghampiri ola "Sayang jangan marah dong sama papa, itu kan aturan kantor, papa gak bisa liat karyawan papa tidak rapi" ucap papa sambil mengangkat wajah ola yang ditekuk "Seterah papa, pokoknya aku gak suka mas randy botak" "Gak harus botak kok, yang penting rapi aja" ujar papa nya lagi "Tetep aja" "Rand istri kamu kenapa jadi suka ngambekan gini sekarang?" "Maklum pah ibu hamil hormonya tidak stabil jadi gitu deh" ucap randy "Yaudah ola maunya apa sayang, papa bakalan turutin permintaan ola dan buat cucu kakek juga" "Bener yaa?" Ucap ola yang langsung tersenyum. Semuanya heran dengan perubahan sikap ola "Jangan suruh mas randy potong rambut dan jangan ngehukum mas randy dikantor" ucap ola sambil menatap papanya "Yasudah iya buat kamu apa sih yang enggak" ucap papa. Ola langsung memeluk papanya, papanya senang karena anaknya sudah tidak ngambek, papanya membalas pelukan ola yang sedikit terhalang dengan perut buncit ola. Semuanya tersenyum pada akhirnya papanya mengalah untuk anaknya. ... Randy sudah berada di kantor sejak jam 7 pagi tadi padahal jam masuk kantor pukul 8 pagi. suasana kantor masih sepi randy duduk dikursinya sambil menyalakan komputernya. Tak lama karyawan lain datang dan randy menyapanya "Pagi pak" "Pagi rand, lho kamu kok belum botakin kepala kamu?" Tanya andri "Iya pak istri saya gak suka kalau saya botak" "Kamu sudah punya istri?" Tanya andri lagi "Iya pak, nikah muda saya" "Ohh.. nanti kamu diomelin pak rahman lho dia gak suka orang yang gak rapi" ucap andri "Iya pak nanti saya bilang alasan saya tidak potong rambut, mudah-mudahan si pak rahman ngerti"andri mengangguk. Setelah itu tak lama datang yang lainnya menanyakan hal yang sama pada randy, randy menjawab dengan seadanya. Randy mulai mengerjakan tugasnya ia tak peduli dengan teman kantornya yang mengejeknya karena sudah menikah. Diruangan ini ada 2 wanita namanya anggun dan nita usianya sekitar 5 tahunan diatas randy, mereka sangat genit pada randy, randy sedikit merasa risih dengan wanita itu. Randy tetap melanjutkan pekerjaan nya dan mencoba tak mempedulikannya dan bersikap cuek. "Rand tolong kasih sekretaris pak rahman ya ada dokumen yang perlu di tanda tangani olehnya" perintah pak agus kepala atasan diruangan ini "Baik pak" randy menerima dokumen itu lalu langsung keluar ruangan "Maaf pak, ruangannya lantai berapa?" "Lantai 9" randy mengangguk dan berjalan ke lift saat lift terbuka ia melihat ola dan mama mertuanya didalam lift. Randy pun masuk kedalam lift "Lho kok mama sama ola disini?" Tanya randy, karena di lift hanya ada mereka bertiga doang "Iya mama mau nganterin dokumen papa yang ketinggalan eh ola minta ikut katanya sekalian bawain makan siang, hari ini ola yang masak lho"ucap mama sambil memuji ola "Ohh, kamu masak bund?" "Iya mas, nanti mas makan siang diruangan papa ya bareng sama kita awas aja kalau enggak!" Ucap ola tepat pintu lift terbuka di lantai 6, orang yang ingin masuk menundukan kepalanya lalu tidak jadi masuk sampai pintu lift tertutup lagi "kok orang itu gak jadi masuk ya?" "Orang disini sudah pada kenal sama mama, mungkin dia gak enak kalau satu lift dengan mama" ucap mama, randy mengangguk Mereka pun sampai di lantai 9, di lantai suasananya sepi karena disini hanya ada ruangan bos dan ruangan meeting saja. Randy mengikuti mama mertuanya dari belakang bersama ola yang tangannya sudah melingkar di lengan randy. Untung sepi tidak ada orang kalau tidak nanti karyawan lain bisa pada tahu. Setelah mengetuk pintu mereka pun masuk terlihat tiara yang berada di mejanya sedang mengetik dikomputer sampai tidak tahu ada orang yang masuk. Tiara menengok lalu tersenyum "Eh mama, ngapain mama disini?" Tanya tiara "Ini nganterin dokumen papa yang tertinggal eh kakak kamu minta ikut terus ketemu sama suaminya di lift liat tuh" mama menunjuk ke arah belakang tiara melihat kakaknya sedang bergelayut manja dengan kakak iparnya "Eh kakak ngapain kak?" "Ikut mama, nih sekalian anterin masakan buat makan siang kalian papa mana?" "Ada diruangannya sebentar papa lagi ada orang didalam, Kak randy ngapain?" "Oh iya ini disuruh anterin berkas dari pak agus katanya suruh ditanda tangani pak rahman" randy menyerahkan map biru kepada tiara "Oh ya sudah kamu boleh keluar, nanti saya yang antar balik ke pak agus" tiara berusaha formal "Baik, bu" ucap randy lalu menundukan kepala "Ih apaan sih gak usah pada formal gitu kali, kamu disini aja ya mas bentar lagi kan juga jam makan siang"ucap ola manja "Ini di kantor kakak nanti ada yang lihat gak enak"ucap tiara "Gak ada orang tuh selain kita" seru ola "Sayang aku harus kebawah dulu masih ada kerjaan lain, nanti makan siang aku kesini kok, ya bunda disini dulu aja oke" Ola menggeleng, pada saat itu ruangan pak rahman terbuka dan keluarlah pak rahman dan seorang karyawan. Randy membelakan matanya melihat orang yang ada diruangannya ada disini, ia langsung melepaskan tangan ola dari tangannya "Randy ngapain kamu disini?" Tanya pak andri "Pak andri saya... "belum sempat berbicara ola memotongnya "Dia suami saya kenapa emang?" Kata ola sedikit judes. Lalu memeluk lengan randy lagi Andri terlihat kaget karena yang ia tahu randy hanya orang biasa ternyata ia adalah menantu dari bos besarnya "Ya dia menantu saya andri, kamu kenapa kesini randy?"tanya pak rahman "Tadi anter berkas dari pak agus pak, tetapi tadi bertemu ola saat di lift dan sekarang ola tidak mau melepas saya pak"jawab randy jujur "Ola biarkan suami kamu kerja dulu nak, sini kamu sama papa di dalam saja biar tiara sama randy kerja dulu sampai jam makan siang"ola menggeleng "Tanggung si pah ini udah mau jam 12, ola tiba tiba kangen sama mas randy" ucap ola manja "Yasudah seterah kamu la, andri kamu boleh keluar dan tolong jaga rahasia ini" jawab rahman pasrah "Baik pak, permisi" ucap andri sopan lalu keluar ruangan. Setelah andri keluar ruangan mereka pun masuk kedalam ruangan papanya. Karena sudah mau jam makan siang sekalian saja mereka maka  siang. Ola membuka rantangnya ia membuka nya menjadi satu satu bagian, terlihat beberapa lauk dan nasinya yang cukup untuk berlima. Tiara sudah mengambil piring dan sendok terlebih dahulu dari pantry. Mereka makan bersama. Ola merasa perutnya bergejolak hoekk ia pun berlari kecil menuju kamar mandi yang ada diruangan papanya, randy mengikuti ola "Kamu gpp bund?" Tanya randy sambil memijat tengkuk ola "Gpp yang cuman enek doang tadi pas makan ikannya padahal itu aku yang buat" "Yaudah kamu makan yang lain ya" ucap randy sambil membawa ola keluar kamar mandi "Kamu gpp sayang?" Tanya papa rahman "Gpp pah ola cuma enek aja pas makan ikannya" ucap ola sambil menutup hidung dan mulutnya dengan tisu "Yaudah kamu makan diluar aja ya, ini biar papa sama tiara yang habisin, enak kok ikannya papa suka banget masakan kamu la" ucap papa sambil memakan ikannya dengan tangan "Makasih ya pah, mas randy ayo makan juga aku suapin ya" ujar ola lalu menyendoki nasi dengan ikannya dan menyodorkan ke mulut randy. Randy sebenarnya malu karena ada mertua dan adik iparnnya. "Randy abis itu kamu temenin ola makan diluar ya" "Baik, pah" Setelah randy makan yang disuapi ola, randy dan ola pamitan keluar untuk menemani makan siang ola. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD