Part 20

2892 Words
Randy berjalan keluar ruangan papanya menuju lift dengan tangan ola yang melingkar di lengan randy. Sebenarnya malu karena takut di lihat orang orang kantor yang berada di lantai 1. Tapi apa boleh buat ola tidak mau melepaskan tangannya. Randy takut semua orangtahu pada tahu status sebenarnya apalagi ini masih jam istirahat masih ramai oleh pegawai. "Bund lepas dulu ya nanti gak enak dilihat orang" ucap randy pelan saat masih dilift "Gak mau mas, kenapa sih emang kamu malu iya bawa ibu hamil ke kantor? "Ucap ola dengan nada sedikit kesal "Bukan begitu bund, semua orang tahunya kan aku karyawan baru cuman karyawan biasa takut orang ngomong yang enggak enggak bun" "Gak usah dengerin orang lah, biasanya kamu cuek dingin dan gak peduli sama orang, kenapa jadi penakut gini sih mas" Randy terdiam benar juga kenapa ia jadi penakut begini biar saja semua orang tahu sekalian. "Yasudah bund seterah kamu, kan banyak orang yang mengenal kamu sebagai anak dari pak rahman kan disini?" Ola mengangguk "iya hampir semuanya kenal aku, biarlah semua orang tahu kamu suami aku" Randy tidak menjawab kalau ia menjawab pasti ola keras kepala tidak mau menuruti perintahnya, jadi ia pasrah saja. Pintu lift terbuka ola dan randy keluar dari lift. Langsung banyak pasang mata melihatnya ada yang tunduk hormat dan juga ada yang hanya melihatnya. Ola berjalan santai dengan randy disampingnya. Randy hanya memasang wajah datarnya sedangkan ola selalu memasang wajah manisnya. "Siang bu, ini suaminya bu?" Tanya pegawai perempuan sopan "Siang, ia dia suami saya, saya duluan ya"ucap ola ramah lalu bergegas berjalan lagi. Saat di tengah tengah perjalanan mereka menuju pintu keluar, masuk rombongan pegawai dari ruangan randy sekitar 5 orang. Mereka menundukkan kepala sambil menyapa ola "Selamat siang bu" "Siang" ucap ola sambil menebarkan senyumannya. Mereka semua memperhatikan ke arah randy, randy bingung harus bilang apa pada teman ruangannya "Siang semua" ucap randy sesopan mungkin "siang, rand kok lo bisa sama putri bos besar sih? Jangan-jangan"ucapan kevin terpotong oleh ucapan randy "Iya ola istri saya dan dia sedang hamil sekarang"ucap randy jujur sekarang ia tak mau menutupi statusnya bersama istrinya. Walau baru 2 hari kerja ia sudah langsung mengakui bahwa ia adalah suami dari putri bos besar "Apa? Jadi lo menantu pak rahman?" Ucap alex "IYA" semua temannya jadi salah tingkah karena mereka merasa tidak enak karena kemarin mereka membicarakan pak rahman yang tidak tidak. Randy tersenyum dan matanya mengarah mereka tajam. "Ayo mas aku udah laper"ucap ola menarik tangan Randy "Iya sayang sebentar, duluan ya semua" pamit randy pada temannya yang masih salah tingkah. Randy dan ola segera keluar dari kantor. Teman teman nya masih berdiri menatap orang yang baru saja pergi "Yahh kalah dong gue sama anaknya pak bos" ucap nita sedih "Iya nit kita gak bisa deket-deket randy lagi nit kalau gak mau dipecat"ucap anggun ... Setelah jam makan siang selesai randy kembali keruangannya sedangkan ola dan mama mertuanya langsung pulang karena ola tidak boleh terlalu capek. Randy sudah duduk di ruangannya memulai pekerjaan nya ia mencoba tak peduli dengan teman-temannya. "Rand lo kok bisa nikah sama anak bos, hamil diluar nikah ya?"tanya kevin langsung. Randy berdiri dari duduknya "Jaga omongan, gue nikah sama ola karena dijodohkan dan sekarang gue cinta banget sama istri gue" "Oh dijodohkan.. umur lo berapa sih sekarang?" "17" "Gila 17 tahun sudah menikah udah mau punya anak lagi" sahut alex yang ikut berdiri dari kursinya "Terus kenapa lo kerja di bagian ini?, kenapa gak jadi direktur langsung?" Tanya nita "Ya gue mau dari bawah dulu lah.. nanti ada saatnya gue jadi pemimpin" ucap randy sedikit sombong "Oh ya lo anak dari siapa kok bisa lo dijodohin dengan putri nya pak rahman" "Gue?? Gue anak dari Andhika Agratama" "Gila berarti lo keturunan agratama dong yang pengusaha terkenal itu" Tanya angga "Lo udah kaya ngapain kerja coba?" Ucap alex "Iya bapak-bapak sudah ya saya mau kerja lagi, pada kerja gih mau saya bilangin hal kemarin ke mertua saya"ancam randy yang membuat semuanya diam dan kembali ketempat masing-masing "Please rand, jangan kasih tau tentang itu gue beneran minta maaf ya" ucap kevin "Hem" "Iya rand maafin kita ya rand, gak bermaksud kaya gitu kok kemarin" "Hem iya sudah sana pada kerja" usir randy. Semuanya pun kembali bekerja. Randy kembali fokus pada pekerjaannya. Hari demi hari Randy jalani sebagai seorang karyawan ia tidak peduli pada orang yang membicarakan tentang pernikahannya dengan putri bos besar. Randy menganggap dirinya hanya karyawan biasa bukan menantu dari bos besar. Kadang kala ola datang ke kantor untuk mengantarkan makanan. 2 bulan sudah waktu berjalan dengan cepat. Dan besok adalah ulang tahun randy dan ola yang ke 18. Dan kandungan ola sudah 8 bulan tinggal sebulan lagi menunggu kelahiran sang jabang bayi. Hari ini randy bersiap siap untuk kuliah sudah 1 minggu ini randy berkuliah disalah satu universitas negeri di jakarta ia sudah diterima dari 1 bulan yang lalu. Sekarang ia resmi berkuliah dan masalah pekerjaannya nanti akan dilanjutkan setelah randy wisuda. "Mas berangkat dulu ya bund, bunda baik-baik dirumah ya" ucap randy lalu mengecup dahi ola "Iya hati-hati ya papa belajar yang benar" ucap ola, tidak lupa randy berbicara dengan calon anaknya "Baby boy papa kuliah dulu yaa.. jagain mama ya sayang" randy mengecup perut ola yang sekarang sudah besar. "Yaudah berangkat gih mas udah siang" ucap ola lalu mengambil tangan randy dan menciumnya. Randy pun berangkat meninggalkan ola di kamar. ... "Woy randy besok lo sama ola ultah kan kasih kejutan dong buat ola" ujar fani saat mereka berkumpul di kantin. Ya mereka berempat satu universitas hanya beda jurusan randy mengambil sastra inggris, fani fisika, silvi kimia, dhika ilmu komunikasi dan seharusnya ola mengambil matematika. "Iya bingung gue mau kasih kejutan apa, gak usah pake kejutan kejutan segala lah, acara kecil kecilan aja dirumah besok lo pada dateng ya" "Yahh ga seru dong gak ada kejutan" ucap fani sambil menyeruput jus jeruknya "Yailah fan udah gpp ntar pas aniv gue sama ola yang ke 1 tahun aja" kata randy sambil memakan baksonya "Yaudah deh iya besok tenang aja kita dateng kok iya gak guys" ucap fani, dhika dan silvi mengangguk. Keesokan harinya di rumah ola. "Ola happy birthday sayang, semoga panjang umur sehat selalu dan semoga melahirkannya lancar" ucap fani setelah cipika cipiki ola memeluk fani "Ola gue gak dipeluk, happy birthday yaa" ola berganti berpelukan dengan silvi "Makasih fani silvi aku kangen banget sama kalian, eh tunggu" ola melepaskan pelukannya lalu menatap kedua temannya "Kalian berhijab?" Tanya ola yang sedikit terharu melihat sahabatnya berhijab "Iya ola, kita udah janji kalau kuliah kita sudah harus wajib berhijab" ucap silvi "Alhamdulillah ah kalian memang the best deh" randy dan dhika hanya tersenyum melihat para perempuan tertawa. "Dhik kapan lo nikah sama silvi jangan pacaran mulu dosa" ucap randy yang sedikit keras membuat para perempuan menengok "Iya nih pacaran mulu ya halalin dong" ucap ola "Iya insyaallah kalau kuliah kita sudah selesai rand, la doain aja" ucap dhika Setelah mengobrol banyak mereka pun makan malam menikmati hidangan yang sudah disiapkan. Dirumah ola hanya ada keluarga ola, keluarga randy serta 3 orang sahabatnya. Mereka makan bersama di halaman belakang yang sudah dihias. Mereka duduk lesehan dibawah karena ola tidak bisa duduk dibawah lama-lama ia dan randy duduk menjauh di bagian ujung dengan meja dan kursi untuk dua orang. Mereka menikmati dinner bersama. Menurut ola seperti ini sudah romantis ia dinner bersama sang suami, walau dinner nya dirumah ola merasakan seperti dinner di restaurant mewah. Setelah makan malamnya selesai ola dan randy saling bertatapan, randy memegang tangan ola "Happy birthday istriku, semoga kebaikan selalu datang untukmu, maaf aku belum bisa jadi suami yang baik ola" ucap randy, ola menggeleng "Sstt.. happy birthday juga suamiku, kamu selalu menjadi yang terbaik untukku, terimakasih kamu menerima ku menjadi istrimu mas, aku mencintaimu, kamulah cinta pertamaku mas dan mungkin cinta terakhirku juga" Randy tersenyum memandang istrinya "Aku lebih mencintaimu i love you ola" randy berdiri lalu mengajak ola berdiri mereka pun berpelukan ola memeluk randy walau ada perut buncit menghalanginya "Terimakasih sudah mau mengandung anak kita ola" randy menatap wajah istrinya "Sama sama mas ini anugerah untuk kita"ola menatap mata suaminya, jarak diantara mereka sudah sangat dekat bahkan ia sudah lupa kalau mereka tidak hanya berdua. Randy mengecup bibir ola, ola membuka bibirnya mereka berciuman, ditengah orang orang yang memperhatikannya randy dan ola benar benar tidak sadar jika ada orang yang memperhatikan. Mama gita dan mama rahma saling besenggolan senang, papa rahman dan papa dhika menggelengkan kepala, para sahabatnya sibuk memotret ola dan randy yang sedang asyik berciuman, tiara hanya tersenyum memandang kakak dan kakak iparnya, ka aldi dan ka irma geleng-geleng kepala melihat pasangan muda sedang berciuman. Sampai pada akhirnya suara tangisan adelia terdengar dari arah dalam membuat semuanya berhenti dengan aktivitasnya. Randy dan ola melepaskam ciumannya lalu menengok dan mendapatkan keluarga dan sahabatnya berdiri tak jauh dari mereka sedang salah tingkah karena ketahuan mengintip pasangan yang sedang berciuman. Ola dan randy juga salah tingkah karena malu berciuman didepan keluarganya. Mereka semua jadi salah tingkah dan kagok sendiri. Sampai akhirnya tiara menyadarkan "Itu adelia nangis kak" ucap tiara, membuat semua orang bubar dari tempat berpijakannya. Karena makan malam sudah selesai semuanya masuk kedalam rumah dan duduk bersama diruang tengah, ka irma yang baru datang dari kamar sehabis meniduri adelia lagi langsung berbicara dan duduk di samping suaminya. "Aduh anak muda, berasa dunia milik sendiri ya" "Maaf kak, kelepasan terbawa suasana hehe" ucap randy yang sudah tidak malu lagi "Tau nih kalian, ciee ola yang malu nunduk mulu dari tadi" goda ka irma lagi "Ola liat deh cakep kan fotonya" ucap fani sambil menunjukkan hp nya ola melihat ke arah hp fani "Ihh parah banget fani ngapain sih foto-foto hapus gak"ucap ola berusaha merebut hp fani "Eitts gak bisa, emang kalian gak mau fotonya buat kenang-kenangan" fani mengambil hp nya lagi "Coba liat dong ka fani" kata tiara, fani mengangguk lalu memberi hpnya ke tiara " wih so sweet banget dah ah.. " kata tiara "Ih jangan dilihat-lihat tiara" ucap ola lagi. Yang lainnya hanya tertawa melihat ola seperti itu. "Fan kirimin ke gue yaa semuanya.. abis itu lu hapus fotonya.. malu gue juga jangan diliatin mulu ntar pengen lagi" ucap randy "Oke gue kirim ya lewat line, Iya ntar gue hapus." Fani mengirimkan semua fotonya ke line randy dan ola. Setelah itu ia mendelete semua fotonya tapi karena iseng fani tidak menghapus satu foto yang paling bagus. ... Hari demi hari dijalani ola, ola menyibukan dirinya saat randy kuliah. Ia dirumah bersama mamanya yang sudah jarang ke butik. Mamanya memilih menemani ola dirumah dan meninggalkan butiknya oleh orang kepercayaannya. "Mah hari ini ola mau ke kampus mas randy ya?" "Mau ngapain sayang ke kampus suami kamu?, kamu disini saja ya atau kita jalan-jalan? Pasti kamu bosen ya" "Iya mah ola bosen dirumah terus, yaudah kita ke mall yuk mah aku jadi kepengen membeli perlengkapan buat baby boy" " Nah gitu dong, ayo kita siap-siap" Ola dan mamanya pun bersiap-bersiap untuk ke mall. Ola memakai gamis berwarna coklat muda dengan hijabnya yang senada, walapun hamil tetapi ola masih terlihat cantik. Mereka pun pergi menggunakan mobil mamanya. Setelah memarkirkan mobil ola dan mamanya turun dan segera masuk kedalam mall menggunakan lift. Ola melihat lihat ke bagian perlengkapan baby. "Mah kesana yuk, aku mau beli baju baby" " iya sayang" Setelah memilih baju-baju bayi ola memilih perlengkapan lainnya seperti kasur dan box bayi, lemari bayi, tempat mandi bayi dan masih banyak yang ola pesan. Ola membayarnya menggunakan kredit card yang diberi papanya karena randy belum bisa memberi nafkah kepada ola. dan barang pun akan diantar sore atau besok harinya. Ola hanya membawa sedikit paperbag yang isinya sepatu dan baju bayi yang lucu-lucy yang ingin membawanya sendiri "Sini ola biar mama yang bawain" ola mengangguk memberi beberapa paper bag kepada mamanya "Mah kita makan dulu ya ola laper" "Iya sayang " ola dan mamanya berjalan ke arah restaurant yang paling dekat, disaat berjalan ola melihat segrombolan anak muda sedang berjalan berlawanan masih agak jauh tetapi ola melihat jelas suaminya sedang di gandeng oleh perempuan lain. Mata ola berkaca kaca melihat randy bergandengan dengan wanita lain. "Mahh itu mas randy" ola mengarahkan mamanya pada arah yang ia maksud "Randy kok bisa disini sedang apa dia" ola tidak menjawab ia malah menangis, mamanua bingung karena tiba-tiba anaknya menangis "Hey sayang jangan nangis jangan salah paham dulu, kita tanya ya jika dia lewat sini" ola menggeleng tepat saat itu segerombolan itu lewat tetapi sepertinya randy tidak melihat ola dan mamanya . "randy" mama memanggil dengan tegas, ola masih dibelakang mamanya ia tidak mau mengeluarkan wajahnya dari belakang mamanya. Randy menengok ke arah suara dan membelalakan matanya kaget melihat mertuanya memanggil. Randy langsung melepaskan tangan teman perempuan randy dengan kasar ia menghampiri mama mertuanya. Teman temannya heran dan memperhatikan randy yang menemui wanita paruh baya itu. "Mamah kenapa disini?" Ucap randy sambil mencium tangan mertuanya "Mama abis belanja sama ola buat keperluan baby kalian, kamu sendiri ngapain gandengan tangan sama perempuan lain?" Tanya mama gita, ola yang mendengar masih mengumpat dibelakang tubuh mamanya "Mah itu gak seperti mama pikirin, itu teman randy mah dia iseng karena cuma dia dan randy yang gak berpasangan yang lainnya berpasangan tadi kita abis beli buku mah randy juga udah berusaha menolaknya tapi tetep aja dia maksa mah"ucap randy sejujurnya. "Yaa mama mah percaya percaya saja randy tapi lihat ola dia nangis gara-gara kamu menggandeng cewek lain" "Ihh mas randy jahat" kata ola sambil keluar dari tubuh mamanya "Ola maafin aku, aku gak bermaksud begitu sayang" ucap randy sambil memegang tangan istrinya "mas jahat tadi aku lihat mas seneng-seneng aja digandeng cewek itu.. udah mah ayok kita pulang" ola menarik tangan mamanya untuk segera pulang. Randy berusaha mengikuti tapi mamanya melarang. "Sudah dirumah aja ya rand, biar ola tenang dulu, kamu secepatnya pulang ya" "Makasih ya mah" ola dan mamanya pun berjalan meninggalkan randy. Randy memandang punggung istrinya yang sedang marah. Teman teman yang menunggu randy menghampiri randy "Itu tadi siapa rand?" Tanya perempuan yang bernama sarah yang tadi menggandeng randy "Lo sih .. istri gue jadi salah paham kan" randy menghela nafasnya "Istri? Lo udah menikah rand?" Tanya Ben teman laki-laki nya. Randy baru sadar kalau dirinya keceplosan. "Ehh.. iya tadi istri sama mertua gue" "Gila lo udah nikah bro, kenapa gak bilang-bilang"ucap yusuf laki-laki yang memakai topi "Harus gitu gue bilang?" "Bini lo lagi bunting ya?" Tanya anis perempuan yang lainnya "Iya gawat nih kalau istri gue udah ngambek kalian sih ah coba tadi kalian gak nyuruh gue gandengan sama sarah" "Ya maaf, mana tau kita" ucap yusuf "Lo ngehamilin tuh cewek ya makannya nikah muda" tanya ben "Eh enakk aja gue udah nikah dari sma kali.. enak aja gue nikah karena kecelekaan" "Eh rand kayanya gue kenal sama bini lo, dia ola kan alumni smp bakti jaya?" Tanya melani perempuan yang lainnya "Iya dia ola sahabat dari smp gue, kok lo bisa kenal? Emang lu alumni bakti jaya?" "Iya ola itu perempuan yang nolongin gue waktu dulu saat di bully, masa lo gak inget melani bakti jaya?" Ucap melani, yang lainnya hanya ikut mendengarkan sembari berjalan "Oh lu melani yang cupu itu yaa.. gue inget waktu itu ola belain lu didepan geng macan kan yang waktu ngebully lu abis-abisan" kata randy sambil mengingat kejadian dulu "Et dahh gak usah diperjelas gitu kali, gue udah berubah kok, liat dong sekarang gue" omel melani "Eh iya sory sory gak nyangka aja sekarang kita temanan" "iya salamin deh buat ola, gue juga gak nyangka kalian menikah" Randy menganggukan kepala. Setelah berpisah dengan temannya di parkiran mall randy segera pulang kerumah ia memikirkan gimana membujuk ola. Sebelum pulang randy mampir membeli ice cream kesukaan ola. Randy memasuki kamarnya setelah berbicara dengan mama mertuanya. "Bunda aku pulang nih, bund maafin aku" ucap randy saat membuka pintu. Randy melihat ola sedang berdiri di balkon kamarnya, randy menaruh tas disofa dan plastik yang isinya ice cream di meja rias. Randy menghampiri istrinya langsung memeluk dari belakang "Bunda, jangan ngambek dong maafin papa ya bund" ola melepaskan tangan randy dari perutnya. dan berpindah kesisi lain "Bunda maafin aku bund, aku tadi gak bermaksud kayak gitu bund, bunda dengerin aku, aku sayangnya sama bunda doang gak mungkin aku selingkuh sama cewek lain" ola hanya mendengarkan tanpa berkata apapun "bund jawab dong jangan diem aja, papa bawa ice cream buat bunda, bunda mau apa nanti papa turuti deh kemauan bunda?" "Bener ya?" Ola menatap kearah suaminya "Iya bunda mau apa?" "Bunda gak mau apa-apa, bunda mau papa disini aja temeni bunda jangan kemana-mana" ola langsung memeluk randy. Randy menggeleng pelan dan tersenyum melihat perubahan sifat ola yang cepat berubah tadi ngambek sekarang peluk-peluk . Randy membalas pelukan ola "Sekarang kedalem yuk, kita makan ice cream mau gak?"ola mengangguk lalu mengikuti randy kedalam. Randy membuka ice creamnya lalu mulai menyuapi ola. "Bunda udah maafin papa kan" "Iya jangan diulangi lagi awas aja" "Iya bund papa janji, papa mandi dulu ya bund papa gerah banget emang bunda gak kebauan?" "Enggak, papa gak boleh ninggalin bunda, kalau papa mandi bunda ikut" astaga randy bingung dengan sifat istrinya sekarang ini randy hanya mandi sebentar tetapi ola ingin ikut.. randy bener bener tidak habis fikir dengan istrinya "Yakin nih bunda mau mandi bareng sama papa?"ola mengangguk malu malu Akhirnya mereka pun mandi bersama walau sudah pernah mandi bersama tetap saja ada kecanggungan apalagi ini ola sendiri yang minta. kalau randy mah senang senang saja kalau harus mandi bersama nah ola sepertinya juga akan senang mandi dengan suaminya. .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD