Bab 47 Pov 3 “Makasih, Bu.” Rara menyodorkan beberapa lembar uang sewa pada seorang perempuan paruh baya. Akhirnya, dia menemukan tempat berteduh juga, setelah beberapa kali berhenti dan terus mencari. “Sama-sama, Mbak.” Perempuan paruh baya yang menjadi pemilik kos-kosan itu tak banyak tanya. Meskipun gelagat tamunya yang sekarang in seperti orang minggat, dia tak peduli hal itu. Baginya, yang terpenting adalah uang. Rara gegas masuk dan duduk berselonjor, mengistirahatkan kakinya setelah berjalan cukup jauh. Uang yang dibawanya tak terlalu banyak, karena itu dia mencari penginapan sederhana dibandingkan hotel. Akhirnya, sebuah indekos berukuran tiga kali empat meter dengan kasur tipis itu menjadi tempat berlabuhnya malam ini. Diletakkannya ransel berisi pakaian yang ditenteng sejak

