Raisa dengan lembut menyentuh lengan Bima, mencoba memberikan dukungan dalam situasi yang sulit ini. Mereka berdua duduk di ruang tamu, suasana hati tegang dan cemas. Keluarga besar Bima tampaknya sangat menentang kehadiran Raisa dan juga Satya dalam kehidupan mereka. "Tenang, Bima," ujar Raisa pelan, mencoba meredakan kegelisahan yang dirasakan oleh kekasihnya. "Kita harus menghadapi situasi ini dengan kepala dingin dan tenang." Bima mengangguk, meskipun wajahnya masih tegang. "Saya tahu, Rai. Tapi situasinya sangat sulit. Mereka begitu keras kepala, dan sulit untuk membuat mereka memahami." Raisa menjawab dengan penuh perhatian, "Kita harus memberikan mereka waktu, Bima. Mungkin mereka hanya perlu beberapa saat untuk menerima kenyataan bahwa kita berdua tak bisa terpisahkan satu sama

