Seperti layaknya pasangan yang baru menikah, semua hal sudah menjadi sah dan halal untuk dilakukan. Meski beberapa kali sudah mencicipi bibir Raisa yang menggoda itu, tidak membuat Bima lantas memaksakan hal yang lebih intim dari itu. Pun saat sudah sah menjadi suami dan istri, malah yang terjadi kikuk dan bingung sendiri. Mereka malah diam dan termenung dalam kubangan pikiran masing-masing. Raisa sibuk memikirkan detak jantungnya yang tidak berhenti berdegup dengan kencang. Sedangkan Bima sibuk memikirkan rencana sang ayah selanjutnya. Ada hal yang mengganjal bagi Bima sebenarnya. Rasanya dia harus berpikir keras untuk menggagalkan rencana itu. 'Gila aja kalo ayah nekat ampe ngejer gue sampe ke sini!' "Kamu kenapa, Sayang?" Tanya Raisa yang malah bingung dengan sikap Bima yang menjad

