Perancis "Kamu cape, Roi?" Tanya Bima sambil menatap Raisa yang masih melihat ke arah jendela. Perjalanan mereka sudah melampaui setengah. Jika tak ada halangan mereka sampai di Perancis sekitar pukul 7 pagi. Raisa menatap Bima dan langsung mengambil tangan lebar itu untuk dia dekap. "Aku hanya belum paham kenapa kita harus terus lari." "Maaf." "I love you and I trust you!" Ucap Raisa sambil mengecup bibir Bima lembut. "And I love you more. Tidur aja, aku yang berjaga!" "Kamu juga harus tidur, Pak Dokter. Kita berdua harus sehat." "Kamu aman dengan saya. Kita akan bahagia, I promise." Udara Perancis saat ini minus 6 derajat dan bukan suhu yang biasa bagi Bima dan Raisa. Namun, dingin juga yang membuat mereka pada akhirnya saling dekat dan mengisi. Mencari kehangatan dalam artian

