Huuh tidak mempertanyakan hal ini pada Willy. Perkataan Willy bertentangan dengan apa yang dia ingat, dan hal itu tentu saja membuat semuanya serba rancu. “Ngaco lu! Lu mau ngetes gue ini maksudnya?” “Kagak. Serius gue ga inget. Emang gue dah pernah kawin?” Pertanyaan Bima sontak membuat Willy kaget bukan kepalang. Bagaimana bisa? Ada apa? Lalu Willy mulai menerka bahwa ini bukanlah kasus biasa. “Seingat gue, elu pernah posting undangan ke grup angkatan. Emang elu kenapa, Bim? Lu beneran ga inget?” Bima hanya menatap Willy dengan seksama. “Gue rasa elu tahu kenapa gue hubungin elu,kan?” tanya Bima balik. Willy langsung meletakkan cangkir kopi yang ada di tangannya dan mulai menatap penuh tanya ke arah Bima dan juga Raisa. “Apa yang sebenarnya terjadi Bim?” Bima dan Raisa saling berp

