“Kamu suka sama saya?” potong Bima sambil menatap lekat ke arah Raisa. “Masih perlu ditanyain … Om?” Raisa sengaja menjeda perkataannya, bukan tanpa tujuan. Raisa ingin Bima mengingat bahwa mereka sudah saling kenal sejak jaman kuliah meski Bima adalah kakak senior yang memang terkenal dingin dan pendiam. Bima hanya bisa tersenyum simpul sambil menunduk sebelum akhirnya menatap Raisa lagi. “Karena saya pun begitu!” Raisa hanya bisa membola mendengar ucapan yang keluar dari Bima. apa maksudnya? Apa dia menyukai Raisa? Dan semua pertanyaan keraguan pun muncul di otak Raisa. Karena, tidak mungkin rasanya Bima menyatakan cinta, bukan? Maksudnya … Bima, yang selalu tidak menganggap Raisa ada di sekelilingnya. Bima yang selalu mengacuhkannya saat berbicara? Bima yang selalu memilih orang

