“Percaya sama aku, Raisa. Aku dah mikirin ini jauh hari.” Raisa terdiam, bagaimanapun hal ini sangat sulit untuk diputuskan. Namun, di satu sisi juga dia berhak merasa egois dan mengambil keputusan sendiri untuk hidupnya. Hidupnya adalah resikonya dan Raisa sudah siap mengambil resiko itu dengan Bima. “Aku percaya kamu, Bim. Kalo ga, mana mungkin aku bertahan selama ini.” “Maafin aku. Aku akan menyeret kamu ke dalam masalah. Tapi jauh dengan kamu itu mau mati rasanya, Raisa. Aku ga sanggup!” Apartemen Dokter Willy Saat sekarang, Raisa hanya bisa menangis selama sesi berlangsung. Semua ucapan Bima yang tadi membuatnya mengingat satu per satu kejadian yang sebelumnya sama sekali tidak dia ingat. Tapi hanya sampai di situ. Untuk masalah yang lain dia tidak ingat sama sekali. “Raisa. A

