36. Mereka Tahu!

1125 Words

“Mantap. Aku suka. Sambal matah juga, kalo ada?” “Ada kok. Nanti aku pesenin sekalian.” Sambil santai mereka berdua ke bawah dan tak lama kemudian suara dering ponsel Bima berbunyi. Dan ketika di lihat di layar nama sang ayah di sana. “Iya yah? Ada apa telepon malam-malam? Ayah ga papa?” tanya Bima sambil menatap Raisa. “Ga papa Bim. Cuman mau bilang, kalo kakek mengundang kita makan malam lagi.” “Dalam rangka?” Alis Bima sudah mengkerut mendengar permintaan sang ayah. “Ga tau, Bim. Semua orang diundang karena ngasih tau di grup keluarga.” Tanpa banyak berpikir, Bima langsung menolak. Karena biasanya di acara itu akan ada permintaan sang kakek agar dirinya menikah. “Absen, Yah! Bima harus nemenin pasien konseling.” Kata Bima beralasan. Terdengar suara helaan napas yang membuat Bima

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD