28. Idih Kamu

1045 Words

Malam menjelang, dan tak terasa sudah tiga jam mereka tertidur. Jika saja bukan rasa lapar yang mengganggu. Raisa dipastikan tidak akan bangun. Waktu sudah pukul sebelas malam dan Bima masih memeluknya dengan mesra. "Sweet banget sih kamu, om gendut kesayangan akuh!" "Lebay … !" "Ih, kamu dah bangun?" "Perut kamu bunyi berisik begitu, gimana mau nyenyak tidur?" "Aku laper. Makan yuk, Bim… " "Kamu ga jadi isi kulkas aku, makanya ga ada makanan!" Sewot Bima sambil melepaskan diri dari pelukan Raisa. "Aku laper, gimana dong?" Rengek Raisa yang langsung menimpa tubuh Bima yang terlentang. "Kamu laper perut apa laper yang lain?" Ledek Bima sambil mengelus belakang punggung Raisa. "m***m. Baru tau dokter m***m kaya kamu!" "Dokter juga manusia. Punya hasrat. Makanya jangan mancing

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD