“Kamu cinta aku?” Bima diam sepersekian detik. Pada akhirnya pertanyaan ini datang juga dan harus dijawab oleh Bima. Tapi kali ini dia sudah malas untuk menjawab dengan berbagai pertimbangan dan alasan. Hanya ada dua kata ‘ya’ atau ‘tidak’, dan jawabannya adalah? “Iya. Aku berusaha keras untuk bilang tidak, tapi ga bisa. Selalu kamu dan kamu lagi.” “Masa sih?” “Ga percaya?” Raisa diam, karena jika dilanjutkan akan membuat suasana ini buyar. Dia suka keintiman ini. Suka pada intensnya kedekatan mereka satu sama lain. Dan tidak peduli apa pun karena mereka dua orang dewasa yang tidak memiliki pasangan. Ditambah, entah mengapa, sentuhan Bima selalu membuat Raisa teringat akan rumah. Rumah hijau dan putih dan dikelilingi vas bunga berwarna putih yang berisi bunga lavender. Raisa suka bung

