Bab 21

1160 Words

“Memangnya apa yang mau dibahas?” “Masa depanmu yang masih suram!”balas Kennita sambil tertawa jahat. Kenzie menghela napas berat usai Kennita berkata demikian. Memang sudah seharusnya ia menentukan masa depannya, sayangnya ia menyadari itu setelah bertemu dengan Seva. Selama ini ia hanya menggantungkan hidupnya pada orangtua dan Kakak-kakaknya. Jika ia begini terus, bagaimana bisa bertanggung jawab atas hidup Seva. “Terus...nanti aku harus gimana di depan Papa, Kak?” “Gimana, ya,pikir aja sendiri,”balas Kennita sambil sibuk dengan handphonenya. “Kakak...bantuin dong,”rengek Kenzie. “Kakak cuma bisa bantu doa.” Kennita kembali tertawa jahat menggoda adiknya. Kenzie merengut, dibuang wajahnya.”Kakak tega.” “Cerita dulu...siapa wanita itu,”kata Kennita. “Ibu Hrd?” Kennita menganggu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD