Keduanya langsung mengambil posisi setelah selesai, mengatur napas masing-masing. Telepon kamar berbunyi, Kenzie mengangkatnya. “Halo...” “Jam tujuh sarapan, ya, Papa tunggu.” “Iya, Pa,”jawab Kenzie singkat, kemudian memutuskan sambungan. Ia melihat Seva di sebelahnya. ”Kamu...seksi sekali.” Seva memiringkan tubuhnya, memeluk Kenzie.”Apa ...setiap pagi kita boleh melakukan seperti ini?” “Boleh...boleh sekali! Setiap pagi, setiap siang, sore, atau pun malam, aku akan kasih itu ke kamu. Yang penting kamu bahagia,”balas Kenzie membalas pelukan istrinya. “Makasih...” “Mulai sekarang, kamu jaga jarak sama laki-laki mana pun. Apa lagi, sama mantan suami kamu itu.” Kenzie mulai posesif. Ia tidak akan rela siapa pun melihat tubuh seksi istrinya berlama-lama, mulai sekarang ia harus mengawas

