Kiss Me

1038 Words

Kenhart mengetuk pintu kamar Tiffany dengan pelan. Lalu tak lama, derit pintu terdengar. Wajah sayu Tiffany muncul dengan rambut yang acak-acakan. Biasanya dia terlihat cantik. Sejak kejadian itu, penampilannya sedikit berantakan. Gadis itu sepertinya sudah malas merawat diri. Rasa iba di hati Kenhart setiap harinya semakin bertambah. Mungkin besok dia akan memerintahkan agar si mungil ini tidak diberikan tugas apapun. "Aku ingin masuk kesana dan berbicara sesuatu kepadamu," ucap Kenhart. Apa yang kali ini akan dia sampaikan semoga bisa diterima dengan baik. "Apa yang hendak kau biacarakan kepadaku, Tuan," tanya Tiffany yang langsung direspons dengan pelototan mata oleh Kenhart. "Kau bilang apa?" Lelaki itu balik bertanya. Sudah berkali-kali dia mengatakan agar dipanggil dengan nama saj

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD