“Darah? Memangnya harus berdarah?” Dave mendidih, seketika suasana hatinya memburuk kacau. Memang tidak seharusnya ia mempermasalahkan keperawanan Julia, tetapi entah mengapa ia langsung membandingkan Julia dengan mantan istrinya dulu. “Mas sendiri tidak perjaka, ‘kan? Lalu apakah kesucianku juga penting?” tanya Julia lagi setelah tidak mendapat respon. “Beda. Aku perjaka karena pernah menikah, sedangkan kamu? Patut dicurigai, Julia,” tegas Dave kecewa. Dalam pikirannya, itu sama saja Julia menyepelekan kesucian seorang gadis sebelum halal. “Aku tidak pernah berhubungan dengan pria lain sebelum ini, Mas. Aku masih virgin! Kalau berdarah atau tidak, bukankah itu semuanya normal?” pungkas Julia menahan tangisnya. “Normal?” “Aku yakin Mas paham hal ini. Tidak semua perempuan berdarah ke

