Bab 17

1063 Words

Aku mengerjap saat suara kumandang azan menyambangi telinga. Baru sadar ternyata aku hanyut dalam mimpi yang begitu lelap sampai melewatkan sepertiga malam tadi. Bergegas aku bangkit duduk, mengecek ponsel sejenak. Ada pesan masuk dari Tuan Dave. Sebuah balasan atas pesan yang kukirim semalam, saking lelahnya aku sampai tidak sempat mengecek balasan darinya dan lebih memilih lelap dalam tidur panjangku. [Sekali lagi aku mohon maaf atas perlakuan Julia padamu, tapi aku berjanji akan menegur istriku agar tidak lagi mengganggumu. Selain itu, aku juga memohon dengan sangat agar kamu tidak memutus hubungan kita.] Rasa-rasanya aku ingin sekali berteriak di depan wajah pria itu. Ia tak juga mengerti dengan posisi kami sekarang yang sudah tak memiliki hubungan apa pun. Tanpa pikir panjang, ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD