Bab 16

1077 Words

“Mawa, tunggu dulu! Bukan itu maksudku,” ucap Ares menahan tanganku agar tidak pergi meninggalkannya sendiri. Aku menoleh ke arahnya, menatap pria dengan amarah yang belum sepenuhnya reda berdesakan dengan rasa lelah. Malam terasa terlalu sunyi setelah kepergian Julia, tapi kepalaku justru riuh. Kalimat-kalimat kasar wanita itu masih bergaung, seolah tersimpan erat di benak dan sulit dibuang bagaikan barang tak berguna. “Aku tidak bermaksud membuatmu merasa lemah, tolong jangan salah paham,” sambungnya memintaku bertahan di sana. “Maaf kalau aku terkesan membesar-besarkan hal sepele, Tuan, tapi coba pikirkan sendiri. Apa dengan menahan tangannya, harga diriku tidak ikut tercabik karena terlihat seolah aku tidak mampu melindungi diriku sendiri?” Ares terkesiap, mungkin terkejut karena t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD