Diam-diam Kagum

1325 Words

“Nona…, Nona Areta, istriku!” Suara panggilan Justin, sedikit membuatku tersentak lirih dari lamunan. “Eh, iya, Tuan,” kejutku refleks menoleh ke arah Justin di sampingku. Namun, wajahku sedikit tersipu malu, mendengar Justin menyisipkan kata istriku di belakang namaku, tadi. Justin nampak tersenyum tipis, sambil menggelengkan kepalanya lirih. Mungkin, dia sudah hafal dengan kelakuanku yang sering kali kedapatan melamun. Astaga, sejak bertemu dengannya, aku memang lebih sering melamun akhir-akhir ini. “Ada yang mau berkenalan denganmu, Nona. Dia, sahabat sekaligus asisten pribadiku, namanya Louis Anderson,” ujarnya sambil menunjuk ke arah pria yang tidak pernah aku lihat sebelumnya itu. Pria itu nampak tersenyum misterius, dengan tatapan seperti elang. Aku sedikit bergidik ngeri dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD