Pengganggu

1032 Words
Setelah menempuh perjalanan sekitar hampir satu jam lebih. Akhirnya Dyandra dan Andy sampai di sebuah kota tempat mereka berdua menempuh pendidikan Universitasnya. Jakarta, kota dengan segala hal yang menakjubkan dan cerita di dalamnya. Banyak hal yang bisa di temukan di sana, dari hal yang biasa sering kita temui bahkan hinggal hal yang belum pernah kita ketahui sebelumnya, Semua ada di sana. Dan Jakarta, adalah tempat dimana Dyandra menggantungkan semua impiannya. Saat ini Dyandra dan Andy melanjutkan perjalanan mereka dengan berjalan kaki menuju ke rumah kos mereka masing-masing. Dan, ya… karena arah yang sama dan tempat rumah kos mereka yang juga memang bersebelahan, mereka pun memilih untuk berjalan kaki menyusuri jalan sambil mengobrol tentang hal-hal random lainnya. “Nggak kerasa ya, liburan udah beres aja.” Kata Andy sambil menggaruk-garuk kepalanya. Rupanya, Andy sedikit pusing karena dia belum siap untuk kembali belajar di semester yang baru di tahun ini. “Makanya...” jawab Dyandra mengarahkan pandangannya ke arah sekitar. Keduanya pun termenung sambil melangkahkan kaki mereka secara bersamaan. Rasa lelah dan rasa belum siap untuk memasuki semester baru pun menggerayangi fikiran mereka berdua. “Eh, Ndro… inget nggak kamu, pak Agus ngasih tugas makalah apa ya waktu itu?” tanya Andy. “Apa ya, perasaan nggak ada deh." Jawab Dyandra yang mencoba mengingat. “Ck! Gimana ceritanya nih kita jadi orang sukses kalo kaya begini?” kata Andy menyikut Dyandra pelan. Dyandra pun menghentikan langkah kakinya sambil mendelik ke arah Andy yang sedang terkekeh ke arahnya. “Eh! Aku sukses ya, masa depan aku tuh cerah walaupun aku nggak ngerjain tugasnya pak Agus. Nggak kaya kamu tuh Ndy, MADESU!" protes Dyandra mencebikan bibirnya kesal dengan mata yang di buat semelotot mungkin. "Idih, mana ada kaya gitu!" kata Andy dengan reflek menoyor kepala Dyandra. "ANDY! IH, MAEN TOYOR KEPALA ORANG! NGGAK SOPAN BANGET SIH!" amuk Dyandra yang mencoba untuk membalas perbuatan Andy, namun Andy segera menghindar dan membuat keduanya pun akhirnya kejar-kejaran. Saat Dyandra terus mengejar Andy, Dyandra pun terpaksa harus mengehentikan langkahnya karena mendapatkan sebuah telfon. Dan dia segera mengangkat telfonnya walaupun dia sangat ingin sekali membalas perbuatan Andy. Andy yang sedang tertawa menghindari Dyandra pun terdiam saat menyadari jika Dyandra sudah berhenti mengejarnya. Dan kini, Andy melihat Dyandra sedang sibuk mengangkat telfon yang entah dari siapa. “Idih, sok sibuk banget sih Ndro!” gumam Andy kesal bernada protes. Andy pun mendengus dan memilih untuk kembali menghampiri Dyandra. Namun saat Andy melangkah, tiba-tiba seorang gadis yang barus saja membeli beberapa buah di sebuah toko buah disana pun tidak sengaja menabrak Andy. "Aduh, maaf-maaf nggak sengaja!" Seorang gadis dengan rambut terikat di hadapan Andy itu terus meminta maaf berkali-kali pada Andy. Terlihat dari rait wajahnya begitu tidak enak. "Santai-santai. Nggak apa-apa kok." Jawab Andy tersenyum dan kembali meneruskan langkahnya menuju ke arah Dyandra yang masih sibuk dengan sambungan telfonnya di ujung jalan. Dari kejauhan, Dyandra memang sempat menoleh ke arah Andy, Dia juga meligat dengan jelas bahwa Andy sedang bersama dengan seorang gadis. Namun, Dyandra tidak terlalu menggubris dengan siapa Andy sedang berbicara. Lagi pula Dyandra ini adalah tipikal orang yang sangat cuek dan tidak terlalu peduli akan sesuatu hal. Jika memang dia melihat Andy dengan seorang gadis, sudah Dyandra pastikan jika Andy sedang mengeluarkan jurus gombalannya pada gadis tersebut. Jadi, Dyandra lebih memilih untuk melanjutkan kembali obrolannya di telfon. Saat Andy berjalan beberapa menuju Dyandra, tiba-tiba Andy menghentikan langkahnya lagi, dan perlahan dia pun mengarahkan pandangannya ke arah gadis yang telah menabraknya beberapa saat yang lalu itu. Andy hanya merasa ada sesuatu yang aneh saat melihat mata gadis itu yang menurut sangat tidak asing baginya. Bukan hanya Andy, tapi Gadis itu pun juga ikut berhenti dan berbalik untuk melihat keadaan Andy. Bukan apa-apa, gadis itu hanya merasa benar-benar sangat tidak enak karena sudah menabrak Andy walaupun Andy bilang tidak apa-apa padanya. Sadar jika keduanya saling bertukar pandang, dengan salah tingkahnya gadis itu pun melemparkan senyumannya pada Andy dan setelah itu, dia pun segera pergi dengan sangat tergesa-gesa dengan wajah yang terlihat sangat malu. Andy hanya terdiam sambil terus menatap heran langkah kaki gadis itu yang kini mulai semakin menjauh. “Kenapa dia? Apa dia terpesona liat makhluk tampan ini?” gumam Andy heran namun rasa percaya dirinya begitu besar mengalahkan rasa herannya. Sampai-sampai dia pun beberapakali merapihkan rambutnya sambil terkekeh. Namun dalam beberapa detik, Andy pun mendengus kasar saat dia tersadar bahwa dia kehilangan Dyandra. Andy pun langsung mencari keberadaan Dyandra yang ternyata dia sudah berjalan sangat jauh meninggalkannya. Andy pun segera berlari sambil memanggil Dyandra. “NDROOO!! Tunggu!” *** Dyandra masuk ke dalam kamarnya, dia melempar tasnya di sembarang tempat. Dan setelah itu, dia hempaskan tubuhnya yang lelah itu di atas tempat tidurnya yang empuk. “Haduh, capek juga!” gumamnya menggeliat dan setelah itu dengan perlahan dia pejamkan matanya. Dddrrrttttt!! Saat menikmati waktu istirahatnya, tiba-tiba ponsel Dyandra pun bergetar saat dirinya yang baru saja akan memasuki alam mimpinya. CK! Dyandra pun meraih ponselnya yang berada di sampingbantal dengan sebelah tangannya. Dan saat dia melihat layar ponsel-nya, dia sedikit kesal dengan nama si pemanggil yang sedang menelfonnya saat ini. “ANDY!” Tanpa basa basi Dyandra pun langsung mengangkat telfonnya dengan kesal. "APAAN SIH NDY!!! GANGGU WAKTU REBAHAN ORANG AJA TAU NGGAK SIH KAMU! BARU JUGA KETEMU DAN PISAH 10 MENIT YANG LALU. KAMU UDAH GANGGUIN AKU, NELFONIN AKU! MAUNYA APA SIH?!" "Idih, santai aja lagi, kenapa sih?" "Kamu kalau suka sama aku, mendingan nggak usah deh! Jauh-jauh sana!Udah jelas aku pasti bakal nolak kamu!" "Ih! Pede banget lagi si anjir!" "..." "Heh! Aku nelfon kamu itu karena mau kasih tau. Kamera kamu ada di aku nih. kamu lupa ambil ya?!" "O-oh, g-gitu, yaudah sih entar lagi aja kan bisa? Hobby banget deh ganggu istirahat orang! Please, kasih aku waktu sampe besok pagi buat istirahat!" "Eh, a-aku kan cu..." "Yaudah ya, OK! Yuk babaayy…" Tuutt! Sambungan telfon pun terputus karena Dyandra yang langsung menutup sambungannya secara sepihak. Setelah Dyandra menutup ponselnya, Dyandra pun langsung mematikan ponselnya agar Andy berhenti menghubunginya dan mengganggunya lagi. Bukan bermaksud untuk apa-apa, karena memang sudah menjadi kebiasaan Andy yang selalu membuat orang kesal. "OK, waktunya istirahat ya Dyandra yuk bobo lagi!" gumam Dyandra kembali melanjutkan waktu istirahatnya yang tertunda gara-gara ulah Andy. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD