"Bruk" "PRILLY" Sahut ali berlari kearah prilly yang kini tergeletak dilantai. Ali segera menggendong prilly dan menidurkannya diatas tempat tidur. Ali menatap wajah prilly dengan wajah yang sangat pucat, mata yang sembab, hidung yang merah. "Sampai kapan kamu akan siksa diri kamu seperti ini sich prill?" sahut ali membereskan rambut prilly yang menempel dipipi prilly yang basah. Ali beranjak mengambil air dingin dan mengopres kepala prilly. "Aku merasa makin gak tega pergi jauh dari kamu, apa salah kalau ingin ngobatin luka kamu? Apa salah aku ingin kamu membagi sedikit saja luka kamu," sahut ali membelai pipi prilly dan tiba-tiba datang keempat sahabat prilly, anita dan evan "Li, prilly kenapa?" tanya anita khawatir "Tadi dia pingsan, mungkin gara-gara dari kemarin dia gak maka

