Flashback...
Dewa mengendong tubuh Sarah masuk ke dalam kamarnya. Direbahkannya tubuh Sarah di atas kasur. Gadis itu hanya pasrah saja. Dewa langsung menindih tubuh gadis itu dan melumat bibir Sarah dengan nafsu sementara tangan pemuda itu giat bekerja dengan mulai melepas pakaian Sarah. Kemeja yang dikenakan Sarah sebentar saja telah terlepas semua kancingnya sehingga terlihat bra sederhana yang dikenakan oleh gadis itu. Sarah yang menyadari kalau bajunya telah terbuka dengan gugup menyilangkan tangannya menutupi dadanya yang terbuka di depan Dewa.
Dewa dengan cepatnya membuka tangannya Sarah dan menahan kedua tangan gadis itu di atas kepalanya .
"Dewa jangan.. ," ucap Sarah ragu. Gadis itu tahu apa yang akan mereka berdua lakukan sekarang ini hingga terbersit rasa ragu dan takut di hati Sarah.
"Percaya dengan aku, Yang. Aku mencintaimu," sahut Dewa membujuk Sarah lalu mencium bibir gadis itu dengan lembut.
Ciuman yang membujuk itu lama kelamaan menjadi ciuman yang liar. Dewa melumat bibir Sarah seakan tidak pernah puas. Sementara gadis itu sebisa mungkin membalas ciuman dari pemuda itu.
Setelah puas melumat bibir Sarah hingga bibir gadis itu kebas dan bengkak. Ciuman Dewa turun ke leher jenjang Sarah. Jilatan dan isapan terjadi hingga membuat leher Sarah penuh dengan bercak merah keunguan hasil karya pemuda itu.
Dengan perlahan tapi pasti Dewa mulai menciumi d**a montok Sarah yang tidak tertutup sepenuh oleh bra yang dikenakan gadis itu. Tangan pemuda itu meraba kebalik punggung Sarah dan melepaskan kaitan bra hingga dengan mudahnya penutup d**a Sarah di angkat ke atas oleh Dewa.
"Cantik Ra," gumam Dewa parau sambil memandangi p******a Sarah yang telah terbuka dihadapannya. Dengan sigap Dewa mulai melepaskan kemeja yang dikenakan oleh Sarah dan menurunkan tali bra gadis itu . Kemudian penutup d**a itu menyusul kemeja Sarah yang telah jatuh ke lantai.
Sarah begitu gugup. Gadis itu merasa ragu dan takut apakah dirinya harus menyerahkan keperawanannya kepada Dewa. Dewa yang seperti tahu ketakutan gadis itu segera menciumi bibir Sarah.
"Percayalah. Aku akan bertanggungjawab. Setelah kamu lulus kita menikah. Aku mencintaimu," rayu Dewa.
Mendengar janji yang diberikan oleh Dewa membuat Sarah yakin. Lagipula gadis itu mencintai Dewa. Dia takut Dewa tidak mencintainya lagi kalau dia menolak ajakan pemuda itu.
Dengan wajah merona, Sarah memberanikan diri untuk mencium bibir Dewa dengan perlahan. Dewa yang mendapatkan perlakuan berani Sarah langsung balas melumat bibir gadis itu dengan bernafsu. Pemuda itu tahu gadis itu telah pasrah menerima apapun perlakuannya.
Dewa dengan liarnya melumat bibir Sarah . Lidahnya dengan nakal masuk ke dalam mulut gadis itu dan menjelajahi rongga mulutnya. Menyisir gigi Sarah dan bergulat dengan lidah gadis itu. Sedangkan tangan Dewa tidak tinggal diam meremas kedua p******a Sarah. Membuat Sarah merintih di sela-sela ciuman mereka.
Setelah puas melumat bibir Sarah hingga gadis itu hampir kehabisan napas. Bibir Dewa menelusuri leher jenjang Sarah, ciuman Dewa semakin turun ke bawah dan menemukan p******a montok Sarah yang terpampang indah di depan mata pemuda itu.
Dewa langsung menciumi p******a Sarah dengan nafsu. menjilati p****g merah jambu yang telah tegak. Lidahnya menyentil p****g itu membuat Sarah mendesah.
Pengalaman baru ini membuat gadis itu merasakan perasaan asing. Sarah merasa bagian bawahnya terasa lembab dan basah membuat gadis itu merapatkan kakinya berusaha untuk menahan rasa gatal dibawah sana.
Sedangkan Dewa sedang sibuk menghisap p****g s**u Sarah, Menikmatinya dengan buas terkadang malah mengigiti p****g gadis itu membuat Sarah merintih.
"Aaahh.. Wa," desah Sarah dengan tubuh yang tegang. Gadis itu membelalakkan matanya menatap Dewa dengan terkejut ketika dia merasakan akan ada yang keluar di bagian bawah nya.
Dewa yang mengetahui kalau Sarah akan mendapatkan o*****e pertamanya, semakin bersemangat mengisap dan menjilati p****g p******a gadis itu. Hingga akhirnya terdengar suara desahan Sarah. Tubuh gadis itu menegang dan sedikit terhentak.
Sarah bisa merasakan basah di bawah sana hingga membuat pipi gadis itu semakin merona malu. Sedangkan Dewa terlihat senang melihat gadisnya mendapatkan o*****e hanya dengan isapan dan jilatan di payudaranya.
Dewa kemudian melepaskan kaos yang ia kenakan hingga terlihat d**a bidang pemuda itu. Lalu tangan Dewa mulai membuka kaitan dan menurunkan celana jeans-nya hingga hanya tersisa CD.
Mata Sarah menelusuri tubuh Dewa dan matanya terbelalak , gadis itu bisa melihat kejantanan Dewa yang telah tegang dan membesar. Terlihat mengembung di dalam CD dengan kepala penisnya muncul di balik CD pemuda itu.
Tanpa ragu Dewa menurunkan CD nya dan melepaskan celana itu hingga kejantanan pemuda itu terpampang jelas di depan mata Sarah. Gadis itu melotot dengan ngeri ketika melihat betapa besar dan panjangnya kejantanan Dewa.
Dewa yang melihat tatapan mata Sarah ke arah miliknya tersenyum bangga. Dengan liar dilumatnya kembali bibir ranum Sarah dan tangannya berusaha melepaskan celana jeans yang dikenakan gadis itu. Sebentar saja Sarah telah polos sepertinya. Dengan malu Sarah menutupi daerah kewanitaannya yang terbuka.
Tangan Dewa dengan perlahan memindahkan tangan Sarah dan meletakkannya ke samping tubuh gadis itu. Mata pemuda itu menjelajahi seluruh tubuh Sarah dengan tatapan liar dan bernafsu. Sedangkan Sarah malah menutup mata, malu untuk menatap Dewa.
Dengan perlahan jemari Dewa mengelus kewanitaan Sarah yang tertutup bulu-bulu halus membuat gadis itu tersentak dan tangannya otomatis mencegah jemari Dewa melakukan hal nakal tersebut.
"Wa.. ahh.. jangan," desah Sarah berusaha mencegah jemari Dewa yang mulai mengelus kewanitaannya dengan intens.
"Sstt.., nikmati saja Ra," sahut Dewa menepiskan tangan Sarah.
"Sudah basah sekali Yang," ucap Dewa .
Lalu pemuda itu terlungkup di atas kasur dan kepalanya mendekati kewanitaan Sarah. Sarah melihat apa yang akan dilakukan oleh pemuda itu berusaha menahan kepalanya.
"Jangan Wa, di situ kotor ," ucap Sarah lirih.
"Sudah aku bilang , nikmatin saja Ra," sahut Dewa. Kepala pemuda itu langsung menelusup masuk ke daerah s**********n Sarah. Kedua tangan pemuda itu membuka lebih lebar paha Sarah dan lidah Dewa mulai menjilati bibir v****a Sarah. Lidah Dewa menyapu v****a Sarah naik turun dengan cepat sedangkan jemarinya perlahan masuk ke dalam kewanitaan gadis itu.
Sarah hanya bisa merintih. Gadis itu memegang kepala Dewa. Sarah bingung antara ingin menahan kepala pemuda itu atau malah ingin menekan kepalanya agar lebih mendekat pada vaginanya.
Sedangkan Dewa sudah menemukan k******s Sarah dan sibuk menjilati kacang kecil itu sambil sesekali menghisap klit Sarah membuat gadis itu semakin mendesah.
Sarah sedikit panik ketika dia kembali merasakan ada yang akan keluar dari dirinya. Gadis itu berusaha mengangkat kepalanya Dewa yang masih berada di selangkangannya.
"Aaakhh.., Dewa.. aku... Aakhh.," Desah Sarah dengan panik berusaha membuat Dewa mengangkat kepalanya tetapi pemuda itu malah semakin liar mengerjai v****a Sarah. Lidahnya menusuk lubang v****a gadis itu dengan gencar dan kedua tangan Dewa menahan paha Sarah agar tidak bisa bergerak.
Sedangkan Sarah yang sudah tidak bisa lagi menahan gejolaknya akhirnya pasrah mendapatkan kembali orgasmenya. Malah gadis itu tanpa sadar menekan kepala Dewa agar lebih mendekat lagi ke vaginanya. Tubuh Sarah tersentak-sentak , gadis itu mengerang keras. Cairan cinta Sarah banyak bahkan sampai menyemprot wajah Dewa tetapi pemuda itu bukannya menghindar malah menikmati cairan cinta Sarah. Terdengar suara kecapan dan isapan di s**********n Sarah pertanda Dewa yang begitu bernafsu menikmati cairan o*****e Sarah.
Sarah terbaring lemas dengan napas yang tersengal. Gadis itu sedikit bingung dengan apa yang baru saja terjadi tetapi perasaan nikmat yang baru dia rasakan membuat gadis itu seakan ingin terus merasakannya lagi dan lagi.