Me and you

3565 Words

Selasa sore, aku duduk di alun-alun dekat Gedung seni, bertanya-tanya soal keputusan yang telah aku ambil siang tadi. Ketika larut dalam lamunanku, ponselku yang mulai berdering di saku blazer yang aku kenakan. Aku hampir mencicit karena terkejut. Sampai-sampai menjatuhkan pensilku ke tanah. Mengabaikan soal pensilku aku lebih tertarik untuk mengambil ponsel yang menganggu ruang kerjaku yang masih kosong melompong tanpa inspirasi. Dari ponsel yang aku terima aku melihat ada nomor tak dikenal disana. Apakah itu Floch? Tapi dia bukan tipikal orang yang hobby menganggu sampai harus mengganti nomor ponsel untuk mengerjaiku. Yang lebih masuk akal sekarang adalah mungkin ini soal pekerjaan. Aku tidak yakin akan mengambil pekerjaan lain saat yang satu ini saja masih berada dalam kendaliku dan b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD