Piece of Me

3719 Words

Keesokan paginya, aku dibangunkan oleh nada dering ponselku yang lumayan berdenging nyaring. Aku cepat-cepat meraih benda berisik itu setelah menekan warna hijau dilayar lantas segera meletakannya ditelinga untuk menjawab panggilan telepon yang terlalu pagi untuk dilakukan. Upaya ini aku realisasikan lantaran aku tidak ingin sampai membangunkan Adrien dari tidurnya. Dia sudah cukup menderita kemarin, jadi aku pikir dia layak untuk beristirahat penuh lagi hari ini. aku harap panggilan telepon ini cukup penting karena berani membangunkanku dari tidur nyenyak. “Apa maumu?” aku mengujar setengah menggeram dengan pelan pada si pemanggil sembari turun dari tempat tidur dan menuju ke ruang depan. “Hey tenanglah dulu ini aku,” kata suara maskulin disebrang sana. “Aku tahu itu kau, Floch,” ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD