Pintu dibuka kini sosok wanita lain datang berkunjung. Adrien merasa dia cukup sibuk hari ini karena banyaknya tamu yang berkunjung padanya. Jika yang satu adalah tamu yang dia harapkan maka kali ini adalah jajaran tamu yang tidak begitu dia inginkan. Ekspresi wajah yang wanita itu perlihatkan didepannya terlihat begitu berlebihan. “Kau menerima seseorang kemari?” dia berkata. Ketidaksukaan kentara dari nada bicaranya. Adrien menghela napas. Dia tidak suka dengan tipe wanita yang seperti ini. mengingatkannya pada sosok Sicillia. Ya, merepotkan sekali. “Ya, tapi dia sudah pergi,” Adrien menanggapi dengan santai. Dan meyakinkan pada sang tamu bahwa memang tidak ada siapa-siapa selain Adrien selaku tuan rumah. Dia lalu menyandarkan dirinya untuk duduk diatas sofa. “Aku dengar Zelda datan

