bc

Scandal With My Chef (Bahasa Indonesia)

book_age18+
1.2K
FOLLOW
5.6K
READ
love-triangle
arranged marriage
drama
bxg
serious
city
affair
wife
gorgeous
like
intro-logo
Blurb

21+ warning khusus 🔞

"5 tahun aku menangisi orang yang tidak peduli dengan hadirnya diriku dalam hidupnya dan tahun ini aku tidak boleh menangis lagi.. mungkin saatnya aku membuat skandal untuk lepas darinya" Ella

Cinta yang tumbuh karena skandal yang terjadi akhirnya berbuah benci akibat kebohongan besar. Mampukah Ella melewati semua masalahnya yang bertubi-tubi. Dari sakit hati karena Louis sang suami yang berselingkuh tanpa terungkap, harapan cinta yang mekar langsung redup ketika suaminya bertekad kembali kepadanya, dan orang yang dicintainya Keaton jadi sangat membencinya dan melupakannya.

Sumber Cover :

Pic by : canva

Edit by : canva

Font by : CT design

Design by : Vbeytha

chap-preview
Free preview
Tak Lekang Oleh Waktu
Suasana duka menyelimuti keluarga besar ternama, yang nama besarnya dikenal dibelahan bumi lainnya. Seorang chef legendaris, Benjamin Kennedy Rowlings telah wafat disaat umurnya menginjak 70 tahun. Dia mewariskan kepada anak pertama dan keduanya beberapa restoran terkenal serta sekolah tinggi memasak yang telah melahirkan chef-chef terkenal termasuk anak-anaknya. Tetapi tidak dengan anaknya yang ketiga ini karena kesalahannya dia harus menempuh kehidupannya sendiri bersama orang yang disayanginya. Keaton Benjamin Rowling bisa dikatakan dia tidak terkenal seperti para kakaknya yang menjadi chef terbaik di dunia. Sekarang dia berada di rumah yang telah lama ditinggalkannya dan duduk menyendiri untuk melepaskan pikirannya yang sedih, kacau dan bingung karena peristiwa yang telah terjadi dengan dirinya selama 5 tahun belakangan ini. Seorang lelaki yang nampak lebih tua darinya menghampiri kesendiriannya itu yang selalu memberikan masukkan, semangat terapi agar dia sembuh dari penyakitnya, Amnesia. Amnesia Anterograde adalah penyakit yang melumpuhkan daya ingat seseorang, kejadian baru dalam ingatan jangka pendek tidak ditransfer ke ingatan jangka panjang yang permanen. Salah satu penyebabnya adalah suatu benturan keras yang menghantam kepalanya yang mana kondisi syarafnya sedang mengalami trauma atau kejadian yang tidak baik. Kebanyakkan dokter mengatakan bahwa penyakit amnesia ini tidak dapat disembuhkan dengan kata lupa permanen karena yang diingatnya hanya kejadian masa lalu yang terjadi sekian lama dari masa sekarang. Tetapi ada satu dokter yang masih memberi harapan bahwa dengan terapi dan memberi masukkan ingatan terus menerus pada dirinya maka penyakit itu bisa saja sembuh dengan sendirinya. Dan kerja keras sang kakak berhasil namun kesembuhannya itu akan berdampak pada ingatan masa lalu yang dilupakannya beberapa tahun ini hingga bisa menimbulkan kesedihan tersendiri baginya. "Keaton ... kau baik-baik saja 'kan? Bagaimana jika .... " "Bisa kau jelaskan padaku apa yang terjadi dalam 5 tahun belakangan ini, " ucapnya memotong pertanyaan dengan tatapan menusuk tajam ke arah pria yang lebih tua darinya ini. Pria ini tergelak, "5 tahun ... kau tahu selama 5 tahun kau begini, apa yang terjadi padaku? Aku hanya ingat bahwa aku kecelakaan dan aku kembali padanya (istrinya). Aku ingat semuanya, aku bercinta dengannya dan aku bahagia dengannya tetapi yang tidak habis pikir kenapa aku kembali padanya padahal kami telah bercerai lama dan aku telah mencintai ...." ucapnya menggantung sambil menerawang mengingat sesuatu yang masih belum bisa dipercayainya. Sang Kakak menghembuskan napasnya pelan dan teratur sebelum menceritakan sebuah kisah yang mungkin tidak ingin diungkit lagi atau hanya akan dijadikan sebuah sejarah lama masa lalu. "Kau kecelakaan 5 tahun yang lalu dan kau mengalami amnesia. Penyakit amnesia jenis itu hanya mengingat masa lalumu beberapa tahun ke belakang bahkan kau tak ingat jika kau sudah punya anak. Dan yang kau cintai hanya dia istrimu, makanya dia kembali padamu, " ucap kakaknya sembari menatap lekat padanya mencoba meyakinkan. "Jadi apa aku tidak ingat Radella?" tanyanya dengan ekspresi tak terduga. "Entah apa yang terjadi padamu sebelum kecelakaan, menurut analisa dokter kau terkena amnesia jenis itu karena benturan keras di kepalamu dan kondisi saraf otakmu menderita trauma mendalam mengakibatkan memori otakmu aus. " Keaton diam tak bergeming matanya menatap lurus ke depan ... terlihat gurat sedih di wajahnya. "Dia membunuh anakku, dia hamil anakku kak dan dia membunuhnya karena suruhan lelaki itu, tetapi meskipun begitu ... cintaku padanya tidak pernah pudar hingga sekarang ... sekuat apa pun aku membencinya sekaligus juga aku merindukannya ...." ucap Keaton dengan mata yang berkaca-kaca, tangannya mengepal kuat tak terima dengan apa yang terjadi padanya, pada anaknya yang tak berdosa. "Jadi kau tahu dia hamil anak--mu?" ucap si kakak menggantung seakan ada kalimat yang masih ingin diucap namun direm mendadak. Sejenak Keaton mencoba mencerna omongan kakaknya yang dipikirnya mengandung penuh arti. "Apa kau tahu dia hamil anakku?" Sang kakak mendadak tegang, ada sesuatu yang tak ingin dia ungkap atau Keaton akan lebih terluka dan bukan hanya dia tetapi juga istrinya beserta anak mereka. "Keaton dengar, dia telah bahagia dengan suami dan anak-anaknya jadi kau pun demikian, bahagialah bersama istrimu. " "Dulu memang aku mencintainya (istrinya) tetapi --" "Inilah yang aku takutkan jika kau sembuh dan kau ingat segalanya maka kau akan meninggalkan dia dan mengejar kembali Radella. Dia telah banyak berkorban untukmu sedangkan Radella, dia tidak peduli sedikit pun dan mustahil dia tidak tahu kecelakaan itu karena berita kecelakaanmu tragis dan menewaskan banyak orang, diliput semua media dari dalam dan luar negeri, " ucap sang kakak yang terlihat marah kepadanya tetapi Keaton masih bersikap santai menanggapinya. "Lelaki itu mengekangnya kak dan kau bilang dia (istrinya) berkoban untukku?" tanya Keaton sembari menatap lekat mata kakaknya. "Saat kau sadar, kau bersikeras ingin menemuinya dan pada saat itu dia sedang mengurus persiapan pernikahannya untuk beberapa hari ke depan tetapi karena kau memohon padanya untuk menikah denganmu kalau tidak kau akan gila maka dia memutuskan pertunangannya demi kau, ingat demi kau!" ucap sang kakak geram kepadanya. Keaton terdiam dan menegur salivanya kasar, merasa seperti orang bodoh yang tak tahu harus berbuat apa tetapi dalam ingatannya yang pulih sedikit demi sedikit bayangan tentang Rumah Sakit, donor darah dan seorang anak perempuan lalu lelaki dewasa yang mengaku sebagai ayahnya adalah -- "Kak, kau belum jawab pertanyaanku-" ucap Keaton yang tersadar seketika. "Sudah kubilang dia berkorban. " Kakaknya berusaha untuk menghindari sebuah kebenaran yang tak boleh diketahui adiknya tetapi terlalu berat saat ini menghindar dari interogasi orang yang ingatannya telah pulih. "Aku tanya, apa kau tahu Radella hamil anakku?" tanya Keaton perlahan agar kakaknya lebih terintimidasi dengan pertanyaan itu. Senyap.... "Just guess, " jawab sang kakak sambil memutar bola matanya kesana kemari. "Kak, katakan padaku. Apa kau tahu dia hamil !" bentak Keaton dengan sorot mata yang tajam ke arah kakaknya, meminta penjelasan. Melihat kemarahan adiknya dia pun tidak bisa menutupi lagi apa yang telah diketahuinya. Tetapi bagaimana cara menjelaskan ke Keaton itulah yang dia pikirkan selama ini. "She is still alive, " ucapnya sambil tertunduk. Mata keaton membulat dan membesar, ketegangan diantara mereka pun berangsur pulih yang ada hanya Keaton menatap nanar ke arah kakaknya dengan mata yang berbinar sekaligus raut wajah sedih yang meliputi hati kecilnya. "Dia gadis mungil itu, bayi mungil itu anakku?" ucapnya perlahan dan dengan ekspresi yang tertekan. "Yang kau donorkan darahmu saat kau check up setelah kecelakaan, " ucap sang kakak membenarkan. "Tetapi dia melakukan aborsi di depanku. " "Kau melihat janin itu keluar dari miliknya?" "Tidak, tapi dia ... b******k! lelaki itu pasti menipuku!" Keaton melangkah pergi dan kakaknya berusaha menarik tangannya. "Keaton, tunggu -- apa yang mau kau lakukan? " "Aku harus bertemu Radella dan meminta maaf padanya karena aku telah berkata kasar padanya waktu itu dan anakku--" "Kau mau istrimu kecewa saat tahu kau punya anak dari wanita lain." "Tetapi saat itu aku bebas bukan dengannya. Lagi pula, " ucapan Keaton terhenti karena bentakkan sang kakak. "Cukup Keaton! Ingatlah anak-anakmu dan istrimu" Keaton berusaha meredamkan emosinya yang meledak bagaikan bom yang dilempar seketika. Jiwanya memanas karena kecurangan itu yang membuatnya terpuruk dan hancur. Bisakah dia menerima semua ini, bahkan dia pun tak sanggup untuk berpikir jernih. "Baik!! aku tidak mengejar Radella tetapi aku ingin anakku. " Keaton melangkah pergi mengabaikan teriakkan sang kakak yang terus memanggilnya, "Keaton ... Keaton ... akkkhh, sial! Kenapa harus dia ingat itu sekarang!" Keaton berjalan menuju pintu lain agar tidak terlihat istri dan keluarganya yang lain. Dia bergegas berjalan dan menaiki taksi untuk menemui seseorang. (Radella maaf ... aku telah mengatakan hal yang tidak baik padamu, maaf sayang ... anak kita pasti cantik sepertimu, aku kembali sayang, maaf tidak mengingatmu selama ini) ** Sepasang suami istri ini berdiri di depan hotel mereka terlihat bahagia dengan anak-anaknya yang berdiri di samping mobil siap untuk meluncur mengantarkan mereka pergi sekolah. "Bye daddy ... love you--" teriak mereka ber-5 "Love you all my kids -+ emuach -- muach ... muach .. muach ... muach take care you there don't be naughty, " ucapnya sekaligus mencium anaknya satu per satu. "Okay daddy." Setelah anak-anaknya masuk semua ke dalam mobil tinggallah sepasang suami istri ini layaknya orang yang kasmaran. Keduanya berciuman singkat tetapi terlihat mesra. "Bye darling ... cepat pulang dan jangan terlambat karena mereka merindukanmu, " ucap sang istri sambil membenarkan dasi suaminya. "Mereka atau kau ... don't be shy just tell me. " "Hmmm ... they are always and ...." wanita itu menggantung kalimatnya dan merapatkan tubuhnya hingga wajah mereka begitu dekat, "And ... you too ... right" sambung si pria yang tersenyum manis kemudian menciumi wajah istrinya itu berkali-kali. Tanpa melihat sekitarnya mereka bertindak mesra di depan umum, dan tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang berkaca-kaca dari kejauhan, serasa tak sanggup untuk melihat kemesraan yang ditampilkan saat ini. Saat si wanita telah masuk ke dalam mobil dan mobil berlalu dia pun bergegas keluar dari mobilnya untuk menghampiri pria itu. "Selamat pagi tuan Jackwell -- " sapanya. Pria itu adalah Louis Howie Jackwell pemilik Hotel megah ini dan dia menatap pria yang tak asing yang sedang berjalan dihadapannya. "Bisa kita bicara, " ucap si pria ini kembali. "Aku tak punya banyak waktu ... ikuti aku. " Louis berjalan menuju belakang hotel disana terdapat sebuah lift yang merupakan tempat rahasia istrinya bertahun-tahun lalu. Mereka berdua pun masuk ke dalamnya. "Masih ingat lift ini?" ucap Louis dengan nada menyindir. Pria ini menyeringai sinis,"Tentu aku mengingat setiap detailnya, " ucapnya dan tatapan matanya menantang dihadapan Louis hingga kedua mata mereka bertemu dan saling beradu. Gurat kebencian tercetak jelas disana karena di dalam lubuk hati terdalam ada dendam yang masih tersimpan. Ting Denting suara lift menghentikan tatapan mata mereka dan pintu aluminium itu pun terbuka menampakkan pemandangan yang tak asing bagi si pria namun ada perubahan dengan dekorasinya yang ditata ulang bahkan ada foto keluarga sang pemilik disana, membuat pria ini merasa tidak enak. "Apa maksudmu membawaku kemari?" tanyanya dengan sinis dan saling bertatapan. Louis tersenyum bangga, "Untuk mengingatkanmu akan kenangan masa lalumu dan kini telah terhapus dan tergantikan dengan yang sewajarnya. " "Terima kasih telah mengingatkanku dan aku pun telah ingat semuanya bahkan donor darah itu juga, " ucap si pria ini dengan wajah yang terlihat menggeram dan menggertakkan giginya. Louis tergelak, mendelik dan melotot ke arahnya karena suatu fakta yang dipikirnya telah sirna tetapi ternyata malah terungkap sekarang. Sebelum menemui Louis, pria ini datang ke Rumah Sakit tempat dia dulu dirawat setelah kecelakaan, dan mencari tahu kebenaran tentang anak yang dilahirkan Radella istri Louis dan ternyata hasilnya sangat mencengangkan karena dia melahirkan anak kembar tetapi berbeda DNA. "Kenapa? kau terkejut Tuan Louis ?” Louis membuang wajahnya kesal tetapi pria ini semakin menuntutnya. “Anak perempuan itu, gadis kecil itu yang aku donorkan darahku padanya adalah anakku 'kan. " "Dia seorang Jackwell. " "Kau boleh saja memberinya nama! Tetapi darah, tidak bisa kau ubah. Bagaimana pun dia adalah anakku dan aku ingin mengambil hakku!" tegas si pria dengan mata berkilat penuh amarah. Wajah Louis berubah memanas dan mengggeram dengan ocehan pria ini. Louis berjalan mendekat, keduanya saling berhadapan sangat dekat. "Apa yang kau mau ?" "Jika aku bilang aku mau Radella apa kau akan memberikannya," tanya si pria dengan mencemoohnya. Louis menyeringai, mengangkat ujung bibirnya ke atas, "Aghhhh s**t! kau pikir Ella akan meninggalkanku demi kau hah? Mungkin itu dulu, tetapi tidak dengan sekarang!" Keaton semakin merapatkan dirinya bertemu d**a dengan rivalnya ini, mengintimidasi Louis yang lebih rendah tubuhnya dari dia sehingga pria ini harus menundukkan kepalanya untuk memandang sang lawan dan seolah meremehkan Louis yang terkesan congkak. "Itu karena kau memaksanya, kau membuat aku untuk membencinya, jika saja aku lebih cepat membawanya pergi darimu maka aku tidak akan amnesia selama 5 tahun dan aku yakin jika sekarang pun--" "Hentikan omong kosongmu itu!” Louis mendorong tubuh kekar itu menjauh darinya, membuat jarak antara dia dan pria itu setelah itu Louis membersihkan kedua tangannya dengan cara menepuk keduanya seolah terkena debu lalu membenarkan jasnya. “Suatu hari nanti kau akan kupertemukan dengannya. Kita lihat apa dia akan memilihmu atau dia akan tetap bersamaku," ucap Louis sinis dan tajam. "Baiklah, aku akan menunggu hari itu tapi bagaimana dengan anakku?" balas Keaton yang tak kalah sengit menantangnya. "Anakmu seorang perempuan, jika dia tahu ibunya berselingkuh, apa saat dia tumbuh dewasa nanti dia tidak akan marah dan kau ... apa yang bisa kau banggakan sebagai ayah?" ucap Louis dengan senyum mengejek. “Hanya seorang pria selingkuhan ibunya. Dan jika dia melihat rekaman didapur itu,” dia menjeda, kilatan mata Louis menajam ketika mengulas masa lalu yang membuatnya geram. “ Bagaimana cara dia dibuat, maka pikirkan jika dia adalah kau, ” tunjuk Louis ke arah pria itu yang terlihat menahan emosinya. “Bagaimana perasaanmu dan apa yang harus kau katakan pada saudara-saudaramu jika mereka bertanya tentang kenapa kalian berbeda ayah dan kau ternyata hanya anak selingkuhan. " Keaton terdiam dan tangannya mengepal kuat dengan kesal sedangkan Louis merasa menang karena omongannya tidak bisa dibantahkan dan merasa dirinyalah paling benar dan pantas untuk mengurus anak itu walaupun bukan darah dagingnya. "Dan pikirkan jika Ella memilihmu maka anak-anakku akan membencinya dan juga membencimu bahkan anakmu sendiri pun akan seperti itu. Mereka akan berpikir betapa teganya seorang ibu lebih memilih pria lain daripada anaknya sendiri. Dia telah berkorban banyak demi kau dan anakmu jadi--" ucapan Louis terpotong saat Keaton mengeluarkan emosi yang tak bisa dipendamnya lagi. "Tutup mulutmu! Kau merasa dirimu paling benar dan membuatku seperti seorang pecundang yang tak bisa mengakui anakku sendiri. Perlu kau tahu, tingkah lakumu dahulu itulah penyebab semua ini terjadi. Jika kau setia Ella tak akan mungkin ...." ucap Keaton menggebu hingga omongannya terhenti saat Louis juga naik pitam atas perkataannya. "Punya hak apa kau menghakimiku! Walaupun kau berasal dari keluarga mapan dan terkenal tetapi itu semua tidak bisa membuatmu berada setara denganku, bagiku kau hanya mantan pegawaiku. Urus saja rumah tanggamu dan jangan kau campuri rumah tanggaku, sekarang silakan keluar!!" usir Louis dengan tangannya yang mengarah ke pintu lift, amarahnya tertahan karena ucapan Keaton mengingatkannya akan penyesalan yang teramat dalam pada istri tercintanya. Sampai kapan pun dia tak akan bisa melupakan kebodohannya itu meski Ella sudah berada disisinya. Keaton keluar melalui lift rahasia tersebut. Dia berjalan seperti orang yang bingung, tidak tahu jalan pulang karena pikirannya terasa penuh dan tidak bisa diluapkan. Apa yang ingin dimilikinya mungkin telah pudar bahkan ingin mencobanya pun dia tidak berani. ----Dirimu Di hatiku Tak Lekang Oleh Waktu Meski Kau Bukan Milikku ----

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.0K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.2K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.8K
bc

TERNODA

read
199.0K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
65.4K
bc

My Secret Little Wife

read
132.2K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook