*ELLA* Aku menatap matanya seakan perkataannya itu bukanlah suatu kebohongan tetapi sulit dipercaya karena baru beberapa kali kami saling menyatu dan dia telah menyatakan cinta padaku, ahhhhh --- aku sungguh menikmatinya. Salah, ya salah -- seharusnya aku tidak begini tetapi jiwaku seakan menuntunku untuk melakukan hal yang sama. Dan kenapa ibu mertuaku mengunjungiku? Batinku terus bersuara, mengulas apa yang telah aku lakukan bersama Keaton, tetapi kenikmatan tubuh yang aku rasakan adalah hal yang luar biasa. Menikah bertahun tahun pun tidak pernah sekalipun mereguk nikmat yang nyata seperti tadi. Khayal dalam pikiranku dan kaki ini yang terus melangkah menuju ruangan dan sampai dengan sekejap mata, melihat ibu mertuaku sedang duduk di sofa ditemani dengan beberapa cemilan dan secang

