Sora melangkah masuk ke dalam ruangan CEO dengan raut sumringahnya. Perempuan itu tampak siap menyapa Harris yang semalam sudah rela menghabiskan banyak waktu berdua saja dengannya. Namun, saat kakinya melangkah masuk, Sora mendapati kursi Harris kosong, tak ada sosok Harris di dalam ruangan itu. “Apa dia belum berangkat?” gumam Sora. “Mungkin dia telat,” imbuhnya. Lalu Sora melangkah menuju mejanya sembari bersenandung kecil, menandakan bahwa suasana hatinya sedang baik. Saat Sora tengah sibuk menyusun berkas-berkas yang ada di atas mejanya. Pintu ruangan tampak dibuka oleh seseorang dari luar sana. Seorang pria tampak masuk ke dalam ruangan tersebut. Awalnya Sora pikir yang masuk ke dalam ruangan adalah Harris, tapi saat menatap wajah pria itu, ternyata dia bukan Harris. “Asisten

