Bab 1
Aku Vesia Talita seorang perempuan yang gagal sebanyak empat kali dalam ujian CPNS. karena sering gagal dan bosan menjadi pengangguran dan yang merupakan beban hidup keluarga aku akhirnya memilih memiliki karir yang lain. Karena ada lowongan menjadi Pembawa Acara Berita Gosip, aku pun melamarnya.
Hanya dalam Seminggu aku menerima e-mail dari pihak stasiun tv yang mengatakan aku lulus dalam seleksi berkas dan disuruh datang langsung ke perusahaan untuk melakukan interview.
Aku sangat percaya diri. Hal ini dikarenakan aku sering mengisi acara radio. Yah meskipun itu merupakan dua jenis hal yang berbeda tapi kan tetap aja sama. Harus asyik dalam membawakan acara agar rating naik. Selain itu, aku juga termasuk golongan yang good looking.
Aku pergi ke toilet merapikan penampilanku. Melihat perempuan disampingku kebingunan mencari sesuatu ditasnya, aku pun bertanya. Dia sedang mencari apa,
“Saya lupa nggak bawa alat make up mbak.”
Aku terkejut melihat penampilannya. Wajahnya memiliki sedikit memar dan dari penampilannya, sepertinya dia juga sedang bersiap untuk interview. Aku lalu meminjamkan alat make up milikku. Meski sedikit penasaran kenapa perempuan itu tidak memakai make up di acara yang sepenting ini. Lebih dari itu, aku penasaran dengan wajah memarnya.
“Ini .... kakak saya mukulin saya mbak.” adunya padaku.
“Loh, kenapa? Emang orangtua ga ada?”
“Udah ga ada.” katanya yang kemudian curhat padaku. Aku hanya mendengarnya dan menghiburnya. Malang sekali nasib perempuan itu.
Setelahnya, perempuan itu berterimakasih dan langsung pergi. Aku mencuci tanganku dan mngeringkannya. Ketika hendak pergi aku melihat sebuah Novel.
I will be a Queen
Itu judul novel tersebut. Aku langsung mengambilnya, pasti milik perempuan tadi. Aku langsung membawanya dan mengejar perempuan tadi. Untungnya perempuan tersebut terkejar dan berterimakasih karena telah membawakan novelnya. Aku menganguk dan tersenyum.
“Mbak namanya siapa?” tanya perempuan itu.
“Vesia.” jawabku.
“Vesia?” tanyanya ulang.
“Iya.”
“Wah ... Kebetulan dong, novel ini salah satu tokohnya ada yang namanya Vesia. Vesia De Scarlet. Mbak coba aja baca novel ini. Pasti suka. Ceritanya bagus. Ah enggak, novel ini buat mbak aja sebagai tanda terimakasih.”
Aku tertarik mendengarnya. Apalagi kalau bukan karena namaku ada disana. Aku langsung menerimanya dan mengucapkan terimakasih.
Selesai wawancara aku segera pulang dan mandi. Aku anak pertama dari dua saudara. Aku memiliki adik perempuan manis yang beranjak dewasa. Meski begitu, aku tidak akrab dengannya. Sedangkan orangtuaku pergi bekerja. Aku langsung mandi dan begadang membaca novel ini. Selama membaca novel ini aku menunggu tokoh bernama Vesia.
Dasar sialan! Aku fikir, Vesia adalah tokoh yang penting ternyata dia hanya seorang figuran yang muncul tiga kali didalam novel tebal ini. Menjengkelkan!!
I will be a Queen adalah novel yang bercerita tentang seorang Saintess bernama Aileen yang berhasil membuat tiran dari keluarga Scarlet jatuh cinta pada pandangan pertama. Duchess Ivona Lara Laquitta yang merupakan tunangan dari Duke Arzan De Scarlet sangat murka ketika mengetahui sang Duke membatalkan pertunangan mereka. Berbagai rencana jahat dilakukan Ivona agar sang saintess mati. Tapi, yang terjadi malah kebalikannya. Ivona dihukum mati kekaisaran dan kuil suci atas tuduhan perencanaan pembunuhan Saintess dan penggunaan sihir hitam. Duke Kavel yang merupakan sahabat sekaligus orang yang mencintai Ivona menaruh dendam kepada Duke Arzan. Karena dendam itu Kavel berhasil berhasil meruntuhkan kekuasaan Arzan dan membunuhnya. Tak berselang lama Kavel pun bunuh diri. Dan saintess Aileen menjadi Ratu kekaisaran.
Aku takjub sekali dengan tokoh utama novel ini. Aileen sangat ambisius. Meski sudah menjadi seorang Saintess dia masih menginginkan tahkta kekaisaran. Jika orang seperti Aileen hidup didunia ini, dia adalah orang yang mengerikan.
Dan plot twistnya ternyata semua ini sudah direncanakan Putra Mahkota Kekaisaran Demetria yang menginginkan kehancuran dari tiga keluarga besar. Putra mahkota berhasil meruntuhkan tiga keluarga besar secara bersamaan.
Wah, ini sih dua pasangan yang mengerikan. Sudah cocok kalau dijadikan jodoh. Diantara seluruh tokoh, tentu saja aku kasian dengan Vesia. Meski itu bukan aku, tapi nama kita kan sama. Kenapa sih dia harus jadi adiknya tiran? Kenapa nggak jadi Duchess Laquitta. Kalau jadi Duches kan enak.
Dan aku juga sangat menyayangkan Duchess Ivona Laquitta. Satu-satunya Duchess di kekaisaran Dementria dan merupakan perempuan rangking satu di kalangan atas. Dia memiliki segalanya kecuali cinta yang tak terbalas dengan Duke Scarlet dan dijadikan role model oleh para wanita bangsawan. Bahkan termasuk Vesia adik dari Duke Arzan Scarlet.
Kemunculan pertama Vesia, adalah ketika ia menyiksa sang protagonis Aileen yang telah menyebabkan putusnya hubungan kakaknya dengan Ivona. Disini dijelaskan, Vesia memiliki wajah dingin yang menawan dan sangat licik. Meski begitu ia bodoh dan sering di manfaatkan oleh teman-temannya. Selain itu, Vesia juga memiliki hubungan yang sangat buruk dengan kakaknya yang tidak dijelaskan didalam novel. Akibatnya, kakaknya menjualnya ke Count miskin mata keranjang. Kemunculan kedua, karena tak ingin dijual, ia berusaha memberontak dengan menginginkan kursi kepemimpinan Scarlet. Hubungan buruk mereka di manfaatkan oleh para pengikut dan musuh Arzan untuk menggulingkan kekuasaan Arzan. Tapi sayangnya, hal tersebut tak terjadi. Arzan membunuh semua pengkhianat dan musuhnya dengan sadis. Ia bahkan memajang kepalanya didepan pagar kediaman Scarlet. Kemunculan ketiga Vesia adalah ketika hendak dibawa ke kediaman count, Vesia memaksa menemui kakaknya yang sedang bersama dengan Aileen. Ia mengambil pisau mentega dan menaruhnya di lehernya mengancam akan bunuh diri jika Arzan tetap memaksanya untuk menikah dengan Count mata keranjang itu.
“Kalau begitu, matilah!” kata Arzan dingin dengan senyum meremehkan yang tercetak jelas.
“ARZAN!!” teriak Vesia marah.
Arzan hanya diam dan menatap adiknya dingin.
“Arzan, aku membencimu! Aku sangat membencimu. Dalam hatiku, tidak pernah sehari pun aku tidak mengutukmu. Satu-satunya yang aku sayangkan dalam hidupku aku harus menjadi adikmu! Jika aku bisa meminta pada Dewa aku akan meminta kemalangan untuk hidupmu dan tidak pernah dilahirkan sebagai saudaramu!”
Setelah mengucapkan kalimat itu, Vesia mengiris tenggorakannya. Karena pisau mentega tumpul, Vesia tak mati dengan mudah. Arzan menatap dingin adiknya lalu memerintahkan pelayannya untuk membuang Vesia kedalam hutan. Akhirnya Vesia harus mati karena kehabisan darah dari pisau yang digunakan untuk mengiris lehernya dan hewan liar yang memakan tubuhnya.
Kematian Vesia lebih baik daripada Duchess Ivona sang antagonis. Arzan menyiksanya sampai Ivona meminta untuk di bunuh. Gelar bangsawannya di cabut atas izin kekaisaran dan seluruh kerabatnya bahkan adiknya di bantai Arzan didepan matanya. Tak hanya itu, Arzan bahkan mengaraknya sehingga ia dilempari batu oleh para rakyat dan membakar hidup-hidup Ivona ditengah alun-alun dengan tuduhan menggunakan sihir hitam dan rencana pembunuhan Saintess.
Jika aku jadi Ivona aku pasti akan melupakan Arzan sialan itu. Dan hidup enak dengan Kavel.
Ketika mengetahui bahwa Arzan akhirnya mati di tangan Kavel setelah memotong kedua tangannya aku sangat bahagia. Memang sudah sepantasnnya orang gila seperti Arzan mati. Tapi tetap saja, aku mengharapkan kematian yang lebih tragis dari orang-orang yang telah dibunuhnya.
Drtt .... Drt ....
Aku mengecek ponselku. Sialan, sudah jam 2 pagi. Aku mengecek pesan yang baru saja masuk. Temanku menyuruhku melihat Web stasiun TV tempat melamarku, karena baru saja ada pengumuman yang memberitahu bahwa ada beberapa kandidat yang terima. Aku pun memeriksanya. Melihat namaku. Aku tersenyum puas dan meloncat kegirangan. Astaga.., akhirnya…
Aku langsung meletakan novel tersebut disamping tempat tidurku dan berbaring tidur agar besok aku bisa belanja baju baru untuk pekerjaan baruku.
***
Aku mengerjapkan mataku pelan dan menyesuaikan indra pengelihatanku.
“Nona, anda sudah bangun?”
Sepertinya aku mendengar sesuatu yang aneh.
“Nona Vesia, ayo bangun. Anda ada janji dengan Madam Diva.”
Vesia memang namaku. Tapi nona?? Sepertinya adik sialanku sedang memulai kontennya. Ish, aku langsung bangun. Tapi, alangkah kagetnya aku melihat orang didepanku yang memakai pakaian pelayanan era zaman dulu dikerajaan Barat. Sepertinya di anime Jepang juga masih ada baju seperti ini.
Niat banget adiknya buat prank. Sampe nyuruh orang buat cosplay seperti ini. Tapi, ada yang aneh. Kamar mewah ini.
“Nona Vesia??”
“Berhenti. Udah jangan ngeprank. Gue nggak bakal ketipu.” kataku yang kemudian bangun hendak pergi dari ruangan megah ini.
Aku berjalan dan para pelayan yang menatapku aneh, tapi tetap mengikutiku. Mereka bertanya hendak kemana aku pergi dan aku memarahi mereka agar diam dan tidak mengoceh memanggilku nona.
Lagian Anjing banget, kayaknya Nola, adik laknatku itu niat banget ngepranknya. Tapi kok bisa-bisanya aku nggak sadar kalau ada yang mindahin aku. Lagian tempat ini, kenapa nggak sampe juga pintu keluarnya.
Aku mendumel sepanjang jalan sampai ada seseorang yang berdiri didepanku. Aku menatapnya dari ujung kakinya sampai kepalanya. Damn!! Dia ganteng banget. Rambut merah, mata hijau dan wajah dinginnya. Sepertinya aku nggak asing dengan ciri-ciri laki-laki itu.
Siapa ya? Oh ya aku ingat.
“Arzan De Scarlet.”
Laki-laki itu membulatkan matanya sekejap lalu merubah eksprisnya.
“Ya Vesia?”
Aku tertawa. Lalu menyentuh bahunya. Sepertinya, jika Arzan adalah seorang laki-laki dia pasti berwujud seperti ini. Mahakarya yang sempurna. Sayang sekali dia seorang tiran.
“Mas, kalau niat cosplay mending jadi Duke Kavel. Ngapain sih jadi Arzan tirani itu!” kataku padanya.
“Duke Kavel?”
“Huumb, dia kan ganteng, baik, kaya, dan yang terpenting romantis. Dia bahkan rela ngelakuin apa aja buat orang yang dia cinta.”
“Nona... Anda tidak-”
“Ah, begitu?”
“Iya, mangkanya-”
“Yang Mulia maaf, ada urusan mendesak dengan istana.” kata seorang laki-laki yang berpakaian seperti seorang pelayan.
Arzan menatap Vesia tajam sebelum berbalik pergi. Vesia mendecak lalu melanjutkan perginya. Tapi, ketika ia melewati sebuah ceriman besar ia terkejut melihat tampilan di wajahnya. Kulit sehalus sutra, Rambut semerah Mawar, dan mata hijau bercahaya.
Vesia De Scarlet?
Aku menepuk pipiku berkali-kali. Sampai akhirnya aku sadar apa yang telah aku alami dan jalani barusan. Sekita pandanganku gelap. Aku rasa aku akhirnya jatuh pingsan tak sadarkan diri.