Setelah mendapat pesan dari istrinya, Aksa langsung tancap gas layaknya seseorang yang telah kehilangan kendali, apalagi waktu juga menunjukkan pukul 3 sore, hanya tersisa beberapa jam saja sebelum pertemuan antara Keluarga mereka dan juga Keluarga Ervand. "Tristan sialan! kali ini aku harus melaporkan anak ini kepada orang tuanya," gerutu Aksa sepanjang perjalanannya menuju kediaman Willard. Karena emosi yang sudah berada di ujung tanduk, Aksa tak peduli lagi dengan tata krama, ia masuk ke dalam rumah tanpa mengucapkan salam. "Tristan!" teriaknya sesampainya di depan kediaman Willard. Rumah megah dan mewah itu terlihat sepi, seorang Asisten rumah tangga berlari ke arah Aksa. "Ca-ri siapa Tuan?" tanyanya. "Mana Majikan mu?" bentak Aksa. "Sebentar Tuan, saya akan panggil Tuan

