Obsesi Tristan

1022 Words

Ajeng memboyong Agrin, ia merasakan tangan Agrin gemetar dan berkeringat, Ajeng jadi merasa amat bersalah karena perbuatan dan obsesi sang Putra gadis itu harus melalui kejadian seperti ini. "Apa Papamu sangat keras mendidik kalian, Tante merasakan ketakutan Nak Agrin," ucap Ajeng. Agrin hanya mengangguk dengan kepala tertunduk. Ajeng menarik lengan Agrin, ia akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi mengingat ini adalah kesalahan Putranya. Agrin terseok-seok mengikuti langkah kaki Ajeng hingga kini keduanya berada d antara para pria yang masih bersitegang. Aksa langsung menatap tajam putrinya itu. "Kemari Agrin!" bentak Aksa dengan rahang yang mengeras. "Sabar dulu Tuan Aksa, sebaiknya kita dengarkan dulu penjelasan Tristan dan Nak Agrin," ujar Thompson berusaha mencairka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD