"Mana adikmu?" bentak Aksa dengan wajah memerah, Delpina bahkan dapat melihat urat-urat menonjol di pelipis Suaminya itu. "I-itu, Derris sudah pergi," "b******n gila itu! berani sekali dia menyentuh Putriku," Delpina menatap Agrin yang tertunduk lesu. Delpina yakin kalau Agrin sudah mengadu dan menceritakan semuanya pada Aksa, ia mengangkat sudut bibirnya karena kesal. "Anak haram ini pasti sudah bicara yang tidak-tidak padamu kan, gadis jalang mana yang berani pergi bersama pria lain di saat hari pertunangan akan segera di tentukan," cecar Delpina berusaha memprovokasi Aksa dan membalikkan keadaan. Agrin melotot menatap tajam balik Delpina, ia sangat muak dengan kelakuan wanita paruh baya di hadapannya ini yang selalu berusaha memojokkan dirinya, semenjak mengenal Tristan Agrin

