Tristan Nangis, Huhu

1054 Words

"Apa kau bahagia?" tanya Ervand. Agrin tersenyum tipis, jelas dia tak bahagia. Agrin memalingkan wajahnya ke samping lalu berpura-pura memperhatikan bunga-bunga yang tengah bermekaran. Ervand mengangkat sudut bibirnya, ia tahu kalau Agrin tak bahagia dengan rencana pertunangan mereka. Drrtt ... Suara dering ponsel Ervand berdering dan bergetar, tampak Ervand mengernyitkan dahinya saat melihat siapa yang menelpon dirinya, tak ada niat untuk mengangkat panggilan tersebut membuat Agrin penasaran. "Angkat saja, aku tidak masalah," ucap Agrin. Ervand berdehem. "Baiklah, aku kesana sebentar ya," ucapnya. Ervand menjauh dari Agrin, ia mengangkat telepon dan terlihat seperti sedang berdebat, meskipun tak mendengar apapun, Agrin yakin kalau pria itu tengah bersitegang dengan seseo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD