Setelah dilepaskan, Majarani berjalan dengan sempoyongan ke arah kakaknya karena kepalanya amat sangat pusing. Richo yang melihat hal itupun segera menghampiri sang adik dan mengangkat tubuh adiknya. Sementara kini ketiga rekannya memunguti pistol yang ada di atas tanah. Richo segera memasukkan adiknya ke dalam mobil. "Bertahan ya, kakak akan membawamu ke rumah sakit!" ucap Richo setelah merasakan tubuh Majarani sangat panas, nampaknya gadis itu sedang demam. Setelah Richo dan rekan-rekannya masuk, mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan para penjahat itu. Di dalam mobil, Richo memangku adiknya yang sedang sakit. "Bagaimana ini bisa terjadi Maja? Dan bagaimana mereka tahu di mana rumah kita?" ucap Richo. "Entahlah!" jawab Majarani dengan suara yang lemah. Tak beberap

