Sore harinya, Majarani sedang bermain ponsel di atas sofa dan ia langsung turun dari sofa setelah mendengar suara ketukan pintu. Ketika pintu terbuka, ia melihat Liam berdiri di balik pintu. "Hai, apa kabar, Nona Tionghoa?" sapa Liam pada Majarani. "Alhamdulillah sudah jauh lebih baik dari yang sebelumnya, Li," jawab Majarani sambil tersenyum. "Ayo langsung jalan aja!" ajak Liam pada Majarani. "Untung saja Arsen masih ada di luar negeri, dia nggak akan melihat aku sama Liam dan dia nggak akan marah," ucap Majarani di dalam hatinya. "Ayo!" ajak Liam lagi. Majarani kemudian melangkahkan kakinya untuk pergi ke arah motor Liam. "Nih helmnya!" ucap Liam seraya memberikan satu buah helm pada Majarani. Majarani tersenyum dan kemudian segera memakai helm tersebut. Setelah selesai, ia sege

