Keesokan harinya, Arsen menemui Majarani di halaman belakang rumah gadis itu. "Ada apa, Maja?" tanya Arsen pada Majarani yang hanya diam menatap lurus ke depan. "Enggak usah kepo dan sok peduli padaku!" jawab Majarani dengan nafas tinggi. "Sepertinya kamu sedang terkena masalah, masalah yang besar dan serius sehingga kamu begini, ceritakan semuanya padaku, siapa tahu aku bisa bantu cari solusi." "Aku mengahadapi masalah yang sulit dan nggak ada solusinya." Jawaban Majarani membuat Arsen mengernyitkan dahinya. "Drey, kita ini sudah jadi teman, jadi aku minta jangan sembunyikan apapun dariku, cerita lah!" bujuk Arsen. Majarani menatap Arsen dengan tatapan penuh harap, namun masih ada keraguan di dalam hatinya, ia nampaknya tak berani mengatakan semuanya. Tiba-tiba, Arsen memeluk Majar

